HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

‎Kritik FKDMI ke Bupati Maesyal: Bangun Gapura Rp2,4 M Bisa, Benahi Jalan Rusak yang Timbulkan Korban Cuma Tambal Sulam


TANGERANG, INFOTERBIT - Ketua Forum Komunikasi Da'i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten, H. Abdul Mukti, M.Pd., mengeluarkan kritik keras yang ditujukan kepada Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.


‎Kritikan itu dilontarkan atas kekecewaan terkait program prioritas yang dilaksanakan Pemkab Tangerang selama ini.


‎Maraknya jalan rusak hingga perbaikan yang dinilai ala kadarnya dinilai tidak sebanding dengan pembangunan yang kategorinya belum mendesak, tapi justru telah direalisasikan.


‎"Contohnya pembangunan Gapura Selamat Datang di kompleks Pemkab Tangerang yang menelan biaya hingga Rp2,4 miliar. Bangun Gapura Rp2,4 miliar bisa, tapi giliran membenahi jalan rusak yang menimbulkan korban jiwa dan beberapa kali terjadi kecelakaan, cuma tambal sulam saja, ini kan anek," tegas H. Abdul Mukti, M.Pd., yang juga akademisi.


‎Yang dimaksud H. Abdul Mukti jalan rusak yang cuma ditambal sulam itu yakni Jalan Poros Desa Talok-Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.


‎Jalan itu beberapa kali kali jadi penyebab pengendara jatuh karena kondisinya terbelah di bagian tengah. Bahkan kejadisn terakhir, Senin pekan ini, seorang warga meninggal dunia setelah motor yang dikendarai teperosok ke dalam belahan jalan.


‎"Setelah beritanya viral, pihak DBMSDA memang turun untuk melakukan perbaikan dan kini jalan yang terbelah itu sudah tertutup. Sayangnya, perbaikannya cuma tambal sulam saja, tidak langsung secara permanen," ungkap H. Abdul Mukti.


‎Menurutnya, Pemkab Tangerang harus menerapkan skala prioritas terkait pembangunan fisik yang dilakukan. "Menurut saya, jalan rusak itu lebih urgen dan mendesak untuk diperbaiki secara permanen daripada membangun Gapura Selamat Datang sampai habis Rp2,4 miliar" katanya.


‎Di sisi lain, Abdul Mukti juga minta agar Bupati Tangerang Maesyal Rasyid usai lebaran ini lebih konsen lagi ke persoalan-persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.


‎"Sebagaimana beliau (Bupati Maesyal, red) sering sampaikan, buat program yang bermanfaat bagi masyarakat. Lha, kalau Gapura Selamat Datang itu bagaimana?" sentilnya.


‎Ananta/TiMS

Posting Komentar