Pasutri di Cijeruk Mekar Baru yang Rumahnya Nyaris Roboh Pernah Surati Bupati Maesyal Ajukan Bantuan
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Pasangan suami istri (pasutri), Solikin-Rokmah yang rumahnya nyarus roboh, ternyata pernah mengirim surat ke Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid. Surat itu isinya permohonan bantuan perbaikan rumah.
Hal ini disampaikan oleh Soleha, putri pasutri Solihin-Rokhmah. "Orang tua saya pernah mengajukan surat proposal ke Bapak Bupati Tangerang, meminta bantuan agar rumah kami bisa dapat bantuan bedah rumah seperti orang lain," ujar Soleha.
Sayangnya, hingga kini, pengajuan surat itu belum mendapat respon. Surat tersebut diajukan bulan September 2025.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasutri Solikin-Rokmah tinggal bersama putrinya, Soleha, tinggal di rumah tidak layak huni di Kp. Kepuh, RT 12 RW 04, Desa Cijeruk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
"Saya mau minta tolong bantuannya kepada Infoterbit agar kami bisa segera mendapat bantuan bedah rumah. Sebab,
Rumah saya sudah roboh dan sudah tidak layak huni," ujar Soleha kepada Infoterbit.com melalui pesan WhatsApp, beberapa waktu lalu.
Dijelaskan, saat hujan deras dan angin puting beliung beberapa waktu lalu, bagian rumahnya sempat roboh dan diperbaiki secara gotong-royong dibantu warga setempat.
Namun, saat ini kekhawatiran rumah yang dihuni roboh sewaktu-waktu selalu dicemaskan. Sebab, kondisi bangunan itu telah rapuh. Soleha berharap, ada bantuan dari Pemerintah untuk memperbaiki rumahnya.
Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Solikin-Rokmah bersama seorang putrinya, Soleha, tinggal di rumah tidak layak huni di Kp. Kepuh, RT 12 RW 04, Desa Cijeruk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang.
Di rumah berukuran sederhana yang nyaris roboh itu, mereka menjalani hari-hari dengan penuh kekhawatiran, karena jika sewaktu-waktu roboh, keselamatan jika mereka terancam
"Apalagi kalau hujan turun, kami semua cemas. Khawatir roboh lagi, sebab beberapa waktu lalu bangunan rumah kami pernah roboh. Alhamdulillah kami sekeluarga selamat," ujar Rokmah kepada Infoterbit.com, Minggu 26 Oktober 2025.
Tak hanya itu. Atap rumah juga bocor dan dindingnya banyak yang ditambal dengan terpal dan spanduk bekas. Kondisi bocor ini membuat dalam rumah becek jika hujan.
"Apalagi kalau hujan deras dan angin kencang malam hari, kami sekeluarga harus berjaga sepanjang malam. Kami takut rumah ini ambruk. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak punya tempat lain,” ujar Rokmah.
Untuk merenovasi sendiri rumah itu, Rokmah mengaku belum punya biaya. Apalagi, Solikin suaminya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sementara, dia hanya ibu rumah tangga biasa.
Ananta/TiMS

