Sudah 20 Tahun, 160 Ha Sawah Desa Blukbuk Kronjo Tak Teraliri Air Irigasi, Kades H. Sanusi: Sedih, Kalau Diceritakan...
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Air irigasi untuk area persawahan ternyata menjadi problem bagi sejumlah desa di wilayah Tangerang.
Jika sebelumnya Kepala Desa (Kades) Kemuning Kec. Kresek, Jamaludin mengeluhkan kondisi ini, kali ini keluhan juga datang dari Kepala Desa Blukbuk, Kec. Kronjo, H. Sanusi.
Menurutnya, di desanya, hampir seluruh area persawahan yang ada tidak pernah mendapatkan suplay air dari irigasi yang ada.
"Sedih, kalau diceritakan. Sawah seluas 160 hektare di desa kami ini sebagian besar terbengkalai karena tidak pernah mendapatkan pasokan air irigasi selama 20 tahun ini," ungkapnya, Kamis (10/11/2022).
Jika ada sejumlah petani yang masih menanam padi, pengairannya hanya mengandalkan tadah hujan.
"Saya satu perjuangan dengan Kades Kemuning. Kami berjuang baik ke Pemkab Tangerang maupun provinsi agar saluran irigasi di desa kami segera dibenahi. Tapi sampai sekarang belum ada solusinya," kata H. Sanusi.
Menurutnya, kondisi ini benar-benar mengancam ketahanan pangan di wilayahmya. Apalagi, sejak dua tahun terakhir, warga terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Selaku pemimpin desa, H. Sanusi berharap agar Kementerian PUPR bisa segera melakukan pembenahan irigasi sehingga lahan pertanian warganya tidak terbengkalai. "Kalau hanya mengandalkan tadah hujan, hasilnya juga tidak maksimal. Apalagi cuaca saat ini tidak menentu," ungkapnya.
Sebelumnya juga diberitakan, Kades Kemuning Kresek Jamaludin mengatakan,
kerusakan irigasi di desanya sangat parah. "Irigasinya ada, tapi airnya tidak ada. Akibatnya, banyak petani yang tak bisa tanam, sebagian mengandalkan tadah hujan, dan lainnya terbengkalai," ujarnya.
Menurutnya, Bendungan Ranca Sumur yang menjadi andalan pengairan petani, kerusakannya kini mencapai 70 persen. Sehingga, dari 5.500 hektare sawah yang ada, hanya 30 persen saja yang masih bisa memanfaatkan bendungan ini.
Ananta/TiMS
