(Mutiara Ramadhan) Tradisi Kupatan di Pertengahan Bulan Ramadhan)
Oleh: H. Abdul Mukti, M.Pd
Ketua Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten
Biasanya, di kampung-kampung kalau sudah di pertengahan bulan Ramadhan suka membuat ketupat/kupat. Ini adalah sebagai penanda sudah memasuki pertengahan bulan Ramadhan dan qunutan dalam shalat witir yang bersamaan dengan shalat Tarawih. Namun tradisi ini sudah merambah ke kota-kota bukan hanya desa-desa bahkan se-Nusantara. Dan ini merupakan tradisi atau budaya bangsa Indonesia (Nusantara).
Tradisi tersebut dikenal dengan istilah qunutan atau kupatan. Ketupat-ketupat yang sudah matang dibawa ke Musholla atau Masjid menjelang magrib atau sesudah shalat isya/tarawih. Lalu setelah warga menunaikan shalat tarawih dan witir ketupat-ketupatr tersebut dibagikan kepada para jama’ah, namun tentunya sebelum dibagikan ada riungan atau slametan atau juga doa’do’a yang dipanjatkan oleh ustadz atau kiyai (yang bisa mimpin do’a). Setelah berdo’a bersama barulah ketupat-ketupat tersebut dibagikan kepada jama’ah secara acak agar mereka dapat saling mencicipi masakan buatan tetangga.
Tidak hanya ketupat matang, tapi juga disertai sayur atau lauk pauk. Seperti tetangga dengan tetangga lainnya atau saudara dengan saudara lainnya saling berbagi ketupat. Dan ini adalah sudah menjadi kebiasaan di saat pada pertengahan pada bulan Ramadhan. Selain penanda sudah dimulainya qunutan di pertengahan bulan Ramadhan pada shalat witir yang bersamaan dengan shalat tarawih.
Tradisi qunutan juga sebagai bentuk rasa syukur umat Islam karena berhasil menjalani separuh Ramadan. Qunutan masih berlangsung hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa bahkan Nusantara. Selain itu, qunutan juga menjadi momentum saling berbagi makanan dan berkumpul bersama di masjid atau musala pada malam harinya.
Pada saat shalat witir yang bersamaan dengan shalat tarawih, ulama fiqh juga menganjurkan untuk membaca doa qunut yang diyakini untuk menolak bala (musibah). Sebab, 15 hari terakhir bulan Ramadan akan banyak sekali godaan yang dialami oleh umat Islam dalam berpuasa. Sehingga, diharapkan umat Islam tetap kuat dalam beribadah puasa meskipun berat dan banyak godaan.
Qunutan juga menandakan masuknya malam Lailatul Qadar atau malam penting bagi umat Islam di bulan Ramadan. Tak hanya itu, qunutan merupakan pengingat perpindahan bacaan surat dari Surah At-Takasur ke Surah Al-Qadr, pada salat tarawih. Surat Al-Qadr menjadi bacaan pertama dan At-Takasur menjadi bacaan kedua. Setelah qunutan pun, umat Islam sudah dibolehkan menunaikan zakat fitrah. (*)
