HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

(Mutiara Ramadhan) Pendidikan Karakter Dalam Berpuasa


Oleh: H. Abdul Mukti, M.Pd 

Ketua Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten


BULAN Ramadhan adalah bulan kesembilan dari kalender Hijriyah Umat Islam, dimana dalam bulan ini diwajibkannya seluruh Umat Islam untuk berpuasa satu bulan penuh. Bulan Ramadhan juga disebut bulan ibadah dan sekaligus bulan pendidikan dan pembinaan ketakwaan. Bulan Ramadhan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah seorang muslim. 


Bulan Ramadhan banyak dirindukan oleh umat Islam untuk senantiasa memperbanyak ibadah, selain meningkatkan takwa kepada Allah SWT dan juga perbaikan hubungan antar manusia (hablumminannas) dan hubungan dengan yang menciptakannya (hablumminallah). Bulan Ramdhan pula disebut dengan bulan penuh keberkahan.


Salah satu keberkahannya ialah Ramadan menjadi madrasah tarbiyah atau bulan pendidikan bagi umat Islam. Begitu banyak materi pendidikan yang tersaji di bulan Ramadan ini, terutama dalam Pendidikan Karakter. 


Beberapa Pendidikan Karakter dalam berpuasa antara lain : 

1. Karakter Jujur

Jujur adalah salah satu sifat yang dimiliki Rasulullah SAW, yang disebut shidiq. Sebelum diangkat menjadi Rasul, Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sudah mempunyai sifat kejujuran. 

Puasa melatih kita untuk jujur. Kenapa, puasa juga adalah dikatakan ibadah rahasia. Maka perlu kejujuran pada setiap yang menjalankannya. Bagaimana kita tahu si fulan berpuasa atau tidak, di depan kita memang terlihat tidak makan dan tidak minum. Entah di kamar atau di rumahnya yang tidak ada seorang pun tahu, bisa aja dia makan dan minum. Berarti siapa yang tahu ibadah puasa yang kita jalankan, kecuali orangnya sendiri dengan Tuhannya, Allah SWT. Maka puasa termasuk ibadah rahasia. Disitulah kejujuran seorang hamba dibuktikan. 


2. Karakter Sabar 

Tidak sedikit orang yang tidak bersabar dalam menahan diri dari lapar dan dahaga, dengan berpuasa kita dilatih untuk bersabar dalam menahan lapar dan haus, bahkan sampai bersabar menahan hawa nafsu. Dilatih bersabar tidak makan dan minum mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. 

Sabar adalah menanunggung segala masyaqqah (kesusahan) dan segala kesukaran terhadap jiwa dari segala cobaan Allah SWT. Sedangkan kita diperintahkan untuk bersabar. Bukanlah kesabaran kalau masih ada batasnya. Sedangkan firman Allah sudah jelas di dalam Al-Qur’an: 


Surat Al-Baqarah ayat 45


وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Artinya: 

"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."


Surat Al-Baqarah ayat 153

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: 

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."


3. Disiplin

Orang yang berpuasa akan terlatih untuk disiplin. Baik disiplin waktu ataupun disiplin tentang pola hidup sehat dari mulai bangun tidur sampai tidur Kembali. 


Disipilin adalah sikap mental dan perilaku mematuhi peraturan yang berlaku. Inilah salah satu sikap yang harus kita miliki selaku muslim. Karena salah satu ciri orang yang beriman adalah memiliki karakter disiplin, yang ditandai dengan tidak menyia-nyiakan waktu. Sebab orang yang menyia-nyiakan waktu adalah termasuk golongan orang yang merugi di dunia dan akhirat.


Dalam berpuasa sudah ditentukan waktunya. Baik waktu memulai berpuasa dari waktu sahur sampai waktu berbuka, dan juga waktu-waktu ibadah lainnya. Dalam hal ini orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh dan keimanan yang mantap, akan terlatih untk  berdisiplin.  


4. Karakter Kepekaan Sosial 

Orang yang berpuasa akan dilatih menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi terhadap sesamanya. Saat kita berpuasa pasti merasakan lapar dan haus. Begitu juga penderitaan kaum dhuafa dan orang-orang yang tidak sebahagia kita, orang-orang yang belum tentu bisa makan dan minum setiap harinya. Dalam berpuasa inilah kita akan tumbuh jiwa sosial, peduli terhadap orang-orang yang kurang mampu, dengan berbagi makanan berbuka puasa ataupun dengan sedekah lainnya. 

Orang yang bertaqwa adalah bukan hanya gemar dalam beribadah saja, namun dia meiliki kepekaan sosial yang tinggi. Peduli terhadap sesamanya, saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : 

“Dan saling tolong menolonglah kamu dalam melakukan kebajikan dan taqwa. Dan jangan saling menolong pada perbuatan yang dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah SWT. Sebenarnya siksaan Allh SWT sangatlah pedih.”



Posting Komentar