HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

(Mutiara Ramadhan) Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan


Oleh: H. Abdul Mukti, M.Pd 

Ketua Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten


KEKERASAN adalah salah satu akhlak tercela dan sangat dilarang dalam agama manapun, lebih-lebih agama Islam yang dibawa oleh Sang Rasul Agung yang berakhlak mulia Nabi Muhammad SAW. 


Sang Rasul membawa, mengenalkan dan mengajarkan agama Islam penuh dengan cinta damai, ketulusan dan kasih sayang. Inilah yang seharusnya kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari untuk cinta damai, penuh kasih sayang dan tidak melakukan kekerasan terhadap sesama manusia ciptaan Tuhan. 


Islam itu Rahmatan Lil’alamiin. Jadilah pendamai, penyejuk dan berlaku kasih dan sayang kepada siapapun, sesama manusia ciptaan Tuhan. Saling asah, saling asuh, saling asih (Siliwangi). Betapa indahnya kehidupan ini kalau itu benar-benar tercipta di lingkungan kita dan negara yang kita cintai ini. 


Secara prinsip, Islam adalah agama yang mengharamkan segala bentuk tindakan menyakiti, mencederai, melukai kepada diri sendiri atau kepada orang lain; baik secara verbal maupuan tindakan nyata terhadap salah satu anggota tubuh. 


Secara konseptual, misi utama kenabian Muhammad SAW adalah untuk kerahmatan bagi seluruh alam. Kekerasan, sekecil apapun bertentangan secara diametral dengan misi kerahmatan yang diemban Sang Rasul. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 107: 


“Dan tidaklah Kami utus kamu (wahai Muhammad) kecuali untuk (menyebarkan) kasih sayang terhadap seluruh alam”. 


Untuk tujuan apapun, atas nama apa dan siapapun, entah itu dosen, guru, buruh, petani, pedagang, ataupun mahasiswa yang notabene manusia berpendidikan tidak diperbolehkan melakukan tindak kekerasan kepada siapapun, bahkan untuk kepentingan agama Allah pun, cara-cara kekerasan harus tetap dihindari, sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 256: 


“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”. 


Allah menegaskan agar sesama manusia saling memuliakan, menyerukan kepada semua umat manusia di muka bumi untuk saling memuliakan satu sama lain, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 70:


“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam”. 


Siapa saja yang merasa anak cucu Adam tanpa membedakan jenis kelamin, etnik, agama, dan kepercayaannya, wajib menghormati satu sama lain. Kita wajib memuliakan umat manusia sebagaimana Sang Penciptanya memuliakannya. Apalagi dalam proses pendidikan itu disebut dengan istilah ‘memanusiakan manusia’. Kekerasan atau bahkan pelecehan tidak mencerminkan manusia sejati, tidak mencerminkan manusia beragama, tidak mencerminkan pula manusia yang berpendidikan. 


Tindak kekerasan bukan hanya kepada orang lain, tetapi terhadap diri sendiri pun Allah melarang untuk mencelakakan diri, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya: 


“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Q.S. Al-Baqarah: 195). 


Cobalah kita tengok lembali, lihat dan perhatikan kembali ajaran Islam yang begitu indahnya, yang mengatur segalanya sedemikian rupa dan indah. Dan fikirkanlah secara fitrah kemanusiaan, apakah kekerasan itu baik, tentunya tidak. Bagaimana kalau kekerasan itu sendiri menimpa kepada diri kita, atau menimpa orang-orang yang kita sayangi. Nau’dzubillah


Dan INGATLAH Kembali, Ketika dahulu Allah SWT hendak menjadikan seorang manusia. Apakah untuk merusak muka bumi dan seisinya? Tidak. Melainkan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi, bukan khilafah. Sang Rasul-pun berkata: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya”.


Ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 30 :


"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhanmu berfirman: "Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".


Ditegaskan Kembali dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56: 

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”



Posting Komentar