Sikap FKDMI Banten Atas Siaran Pers Tentang SE Menteri Agama No. 05 Tahun 2022
Oleh : H. Abdul Mukti, M.Pd
Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten
MENYIKAPI isu-isu yang sedang ramai ini tentang Siaran Pers Kementerian Agama atas Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022, saya selaku Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Provinsi Banten perlu menyatakan sikap.
Yakni, Menteri Agama Republik Indonesia atau yang akrab disapa Gus Yaqut dalam Siaran Pers itu tidak sama sekali membanding-bandingkan apalagi menyamakan suara azan dengan suara gonggongan anjing.
Cobalah saudara-saudara lihat dan dengarkan video utuhnya, video lengkapnya. Jangan hanya melihat video yang dipotong.
Karena kebanyakan melihat dan mendengarkan video yang dipotong. Sehingga membuat kaget dan membuat emosi bagi yang melihat dan mendengarnya.
Lihatlah dan dengarkan video lengkapnya dengan seksama, teliti, cermati dan literasi. Jangan sampai kita minim literasi, lihat dan dengarkan serta cermati dengan teliti dan hati-hati. Jangan langsung menyatakan hal-hal yang negatif sehingga kita lupa diri, siapa kita, dari mana kita dan sedang berada di mana serta sedang berhadapan dengan siapa kita saat.
Kementerian Agama pun melalui Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi yakni Pa Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak membanding-bandingkan suara azan dengan suara anjing. Penberitaan yang mengatakan Menag membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak tepat.
Sudahlah semuanya, Saudara-saudara Sebangsa dan Setanah Air cukup, sudahi keributan ini. Jangan mudah terpovokasi, jangan mudah terpancing, jangan terburu mengambil sikap tanpa kita tabayun terlebih dahulu.
Lebih baik kita fokus terhadap diri kita, keluarga kita, masa depan kita, masa depan bangsa dan Negara yang kita cintai ini.
Kita saat ini masih dalam kondisi 'perang' melawan Covid-19 atau Omicron, sedang memulihkan perekonomian, sedang membangun dan terus membangun mewujudkan cita-cita bersama, cita-cita Para Pendahulu Bangsa, yakni menuju Indonesia Mercusuar Dunia, Gemah Ripah Loh Jinawi.
Seperti yang disampaikan Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno :
Kuat Karena Bersatu. Bersatu Karena Kuat. (*)