(Catatan Ananta) Pengabdian Tanpa Batas Mantan TKW Aswati
Catatan Ananta
Founder Terbit Media Sindikasi (TiMS)/InfoTerbit Grup
SORE itu, Rabu 15 September 2021, Aswati berada di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Nurul Iman, Kp. Pasilian Lama RT 006/03, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Dihadapan wanita itu, ada puluhan anak usianya belasan tahun. Mereka sedang belajar mengaji. Yang mengajar adalah Aswati, mantan tenaga kerja wanita (TKW) atau pekerja migran yang kini mengabdikan diri sebagai guru mengaji bagi anak-anak di kampungnya.
Yang diajar Aswati pun beragam. Tapi sebagian besar adalah anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja di luar negeri sebagai TKW. Lainnya adalah anak-anak yatim piatu dan anak-anak umum.
"Hati saya terpanggil untuk mengajari mereka. Dari 60 murid saya, sebagian besar adalah anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang, ada yang orang tuanya meninggal, ada juga yang menjadi TKW," ujar Aswati saat ngobrol dengan saya sore itu.
Aswati bisa merasakan bagaimana rasanya anak jauh dari orang tua. Seperti yang dulu juga pernah dirasakan, ketika ia harus meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja di luar negeri yakni Arab Saudi pada tahun 2006 sampai 2008.
Kini, Aswati tak hanya mengajar mengaji. Ia juga mendampingi anak-anak itu belajar mata pelajaran sekolah. "Padahal, ilmu saya di bidang pendidikan minim, tapi karena anak-anak butuh bantuan, saya sebisa mungkin ikut mengajari pelajaran sekolah. Kasihan, mereka jauh dari orang tua," ujarnya.
Pengabdian Aswati tiada batas. Ia rela menyita waktu demi mendidik ilmu dasar agama, kepada murid-muridnya. Juga pelajaran sekolah.
Ia ingin, anak-anak di kampungnya maju. Punya pendidikan tinggi dengan landasan ilmu agama yang kuat. Sehingga, kelak akan membawa harum keluarga dan menjadi kebanggaan kampung halamannya.
Untuk mengajarkan itu semua, Aswati melakukannya tulus tanpa meminta imbalan sepeser pun. Dia hanya mencari ridha untuk mencetak generasi muda yang berahlak baik.
"Merosotnya moral anak anak zaman sekarang membuat saya terpanggil, anak-anak harus punya bekal pondasi pengetahuan agama yang kuat demi masa depannya nanti," ungkap Aswati.
Saya coba tanya, apakah dari pengabdiannya ini ada perhatian dari pemerintah berupa bantuan untuknya?
"Tahun 2020 saya pernah dapat bantuan insentif, besarnya kalau tidak salah 1,2 juta rupiah. Tapi tahun 2021 ini belum ada," jawab wanita yang mengajar ngaji sejak tahun 1999 ini.
Tapi Aswati tak mempersoalkan. Hal ini sesuai komitmennya karena apa yang dia lakukan adalah sebuah pengabdian.
Harus diakui, pekerjaan mulia para guru mengaji memang terkadang kerap luput dari perhatian.
Seperti halnya Aswati. Bekerja tanpa pamrih, tanpa gaji maupun honor. Padahal, di balik semua itu, sebenarnya apa yang dibaktikan olehnya, juga guru-guru ngaji turut membantu pula pekerjaan pemerintah. Sebab, pendidikan dasar agama sangat penting, bagi calon-calon generasi muda mendatang.
Catatan Ananta, Rabu 15 September 2021
