HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

(Catatan Ananta) Inovasi Hari ini, untuk Hari ini


HIDUP di zaman serba cepat berubah seperti sekarang, menuntut orang melakukan inovasi setiap hari. Ya, setiap hari!


Istilah saya; inovasi hari ini, untuk hari ini. Maksudnya, kalau kita punya inovasi hari ini, terapkan hari ini juga. Jangan menunggu besok, apalagi lusa.


Bisa saja, inovasi kita hari ini akan menjadi basi jika diterapkan esok atau lusa. Sebab, inovasi-inovasi baru datang susul-menyusul. Tak terbendung.


Maka, pelaku media hari ini, yang akan menjadi pemenang adalah mereka yang terus bergerak. Melakukan perubahan setiap saat. Berinovasi setiap waktu.


Luangkan sedikit waktu malam kita untuk memikirkan inovasi. Terapkan paginya. Evaluasi sorenya. Dan malamnya...kembali berinovasi. Begitu seterusnya.


Maka yang paling baik adalah; lakukan saja apa yang bisa dilakukan. Tidak ragu. Tidak menunda. Tanpa menunggu.


Kita sadari bahwa sekarang sedang hidup di zaman serba cepat. Kesulitannya adalah; masa depan menjadi makin sulit diraba. Sulit diprediksi. Bahkan, ekstrimnya lagi, sulit kita merencanakan masa depan.


Jika hari ini kita merencanakan masa depan, belum tentu peluang itu benar-benar masih ada di masa depan seperti yang diimpikan.


Bisa jadi peluang yang kita rencanakan sebagai masa depan itu datang lebih cepat. Sementara kita belum siap. Atau, bisa saja peluang masa depan itu tidak muncul sama sekali kelak. Tergilas dengan peluang lain hasil dari inovasi.


Maka yang paling baik adalah merencanakan masa sekarang. Dan selalu begitu setiap hari. Yang saya maksud tadi; inovasi hari ini, untul hari ini.


Meminjam pernyataan Pak Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN, kemajuan zaman hari ini membuat kita sulit memprediksi masa depan. Karena perubahan melaju begitu cepat. Kabar baiknya, semua orang tidak tahu masa depan. Jadi adil. Yang pintar tidak tahu, yang bodoh juga tidak tahu.


Nasehat perlu, tapi jangan terlalu terpengaruh. Prediksi penting, tapi jangan terlalu diikuti.


Langkah awal yang paling disadari adalah; kita sedang hidup di zaman persaingan bebas. Maka, bebaskan juga pikiran kita dari belenggu apapun. Hasilkan inovasi seproduktif mungkin dan bergerak setiap saat.


Maka, peluang untuk memenangkan persaingan terbuka lebar!


Catatan Ananta

Posting Komentar