Menyedihkan, di Rumah Inilah Pasutri Buruh Tani Asal Patia Pandeglang Tinggal
PANDEGLANG, (TP) - Pasangan suami istri (pasutri) Dulmuin (52) dan Salmah (48) hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Bertahun-tahun, keduanya terpaksa tinggal di gubuk tak layak huni di Kampung Rancadulang RT 002 RW 008, Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kab. Pandeglang Banten.
Rumah berdinding anyaman bambu itu sebagian besar materialnya sudah lapuk hingga dikhawatirkan roboh. Atapnya sudah tak beraturan sehingga jika hujan mengguyur, dalam rumah kebocoran.
Untuk menahan agar bangunan rumahnya tidak roboh, Dulamin memasang tiang bambu sebagai tonggak penahan rumah.
"Ya, pasrah saja tinggal di rumah seperti ini. Mau membetulkan rumah nggak punya uang. Saya hanya kerja sebagai buruh tani dengan penghasilan pas-pasan," kata Dulmuin saat ditemui TerbitPandeglang.com (Grup InfoTerbit.com).
Dulmuin mengaku, selama ini tidak tahu tentang program-program bantuan sosial dari pemerintah. Dia dan istrinya hanys bisa melihat dan mendengar adanya bantuan pemerintah tetapi bukan untuk mereka.
"Bantuan pemerintah kami tidak tahu karena kami belum pernah menerima bantuan apapun. Hanya sering mendengar saja, katanya ada bantuan dari pemerintah, entah itu benar atau tidak, yang jelas bantuan tersebut datangnya bukan kepada kami," ujar Dulmuin.
Ia pun berharap pemerintah mempedulikan nasibnya, dan mendapat bantuan seperti warga lain terutama bantuan rehab rumah yang sangat didambakan. Misalnya, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang kerap ia dengar dari masyarakat.
"Semoga saja dengan kedatangan bapak ini kami diperhatikan dan mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah," harapnya.
Edi S

