HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Inilah Tradisi Karnaval Sunat dan Kawin Gantung Warga Kp. Serdang Desa Cipaeh Gunung Kaler


TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Warga Kampung Serdang, Desa Cipaeh, Kec. Gunung Kaler, Kab. Tangerang masih melestarikan adat leluhur yakni karnaval sunat dan kawin gantung.


Seperti pada Minggu (25/10/2020), warga beramai-ramai ikut menyaksikan tradisi tersebut. Dalam tradisi karnaval sunat, belasan ekor kuda ikut meramaikan suasana.

Anak yang akan disunat naik kuda didampingi ibunya dan diarak keliling kampung. Dalam perjalanan karnaval, mereka juga diiringi seni tradisional kendang pencak seni budaya Banten.

"Ada sekitar delapan anak yang akan disunat ikut karnaval. Kudanya juga dipakaikan hiasan warna-warni," kata Santang, salah satu warga setempat.

Sementara, dalam karnaval itu juga terlihat sepasang pengantin yang ikut. Mereka melaksanakan tradisi kawin gantung.

Tradisi ini, kata Santang, yakni tradisi yang dilakukan pada pernikahan dimana pasangan pengantinnya masih sangat muda.

Sesepuh Kampung Serdang, Desa Cipaeh, Kasbulah (80) mengatakan, dalam tradisi yang dilaksanakan ini, iring-iringan karnaval terlebih dahulu berkumpul di salah satu rumah sohibul hajat yakni keluarga Sembung.

Dari sana, iring-iringan menuju tempat ziarah yang dikeramatkan warga setempat yakni Buyut Sarman. "Selanjutnya, peserta karnaval yang akan sunat maupun menikah lalu mengelilingi masjid besar di kampung tersebut sebanyak tiga kali," ujar Kasbulah yang juga juru kunci di makam Buyut Sarman.

Dikatakan, tradisi seperti ini sudah mulai jarang dilaksanakan di desa lainnya. "Alhamdulillah, di Kampung Serdang Desa Cipaeh ini kami akan terus melestarikannya sebagai budaya peninggalan leluhur," kata Kasbulah.

Penulis: San
Editor: Ananta





Posting Komentar