InfoTerbit-TerbitBanten, CV Reva dan Agen BRILink Bantu Sembako Lansia yang Rumahnya Roboh di Mekar Baru
Sabtu, Agustus 08, 2020
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Pasangan suami-istri yang sudah lanjut usia Kakek Deri (64) dan Nenek Saridah (59) kaget bercampur senang saat kedatangan Tim Terbit Barokah (Tebar), Jumat (7/8/2020).
Sekedar diketahui, Tim Tebar tediri dari media-media dibawah induk Terbit Media Sindikasi/TiMS (InfoTerbit.com, TerbitBanten.com, ITEVE, InfoMekarBaru, InfoKemiri, Potret Pantura dan Info Kronjo).
Kedatangan Tim Tebar bersama CV Reva dan sejumlah perwakilan agen BRILink yakni untuk menyerahkan bantuan sembako kepada pasangan lansia Kakek Deri dan Nenek Saridah yang pekan lalu rumahnya roboh karena angin kencang.
Saat tim sampai di lokasi yakni Kp. Rawa Waluh RT 008 RW 04 Desa Gandaria Kecamatan Mekar Baru Kab. Tangerang, tampak Kakek Deri dan Nenek Saridah menyambut. Turut mendampingi Ketua RT 008 dan Ketua RW 04 mendampingi.
"Kedatangan kami ke sini untuk menyalurkan bantuan sembako, amanah dari kawan-kawan," ujar Koordinator Program Tebar, Tabrani yang juga Redaktur InfoTerbit.com mewakili Founder TiMS, Ananta.
Turut hadir dalam penyaluran bantuan Wapimred J. Sianturi, Wapimred Agung R Rafi dan kontributor redaksi Sunarto.
Menurut Tabrani, bantuan tersebut dihimpun dari kru redaksi, pembaca dan para donatur. "Meski ala kadarnya, semoga bantuan ini memberi manfaat," ujarnya.
Kakek Deri dan Nenek Saridah berterima kasih atas kepedulian para wartawan yang tergabung dalam TiMS. "Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas bantuannya," ujar Kakek Deri.
Sembako yang diberikan terdiri dari 10 Kg beras, minyak goreng, gula pasir, susu, sarden, mie instan, kacang hijau, dan masker untuk mencegah Covid-19.
Diberitakan sebelumnya, pada Kamis dini hari (30/7/2020) atau sehari menjelang perayaan Idul Adha, rumahnya di Kp. Rawa Waluh RT 008 RW 04 Desa Gandaria Kecamatan Mekar Baru Kab. Tangerang roboh tertimpa angin.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, pasutri ini kita tidak lagi punya tempat tinggal dan terpaksa menumpang di rumah tetangganya.
Rumah mereka yang roboh memang sudah berumur. Bangunan gubuk itu sudah terlihat keropos di sana-sini. Dindingnya ditutup dengan plastik terpal karena dinding bambunya sudah jebol.
"Saat kejadian, kami hanya tinggal berdua saja di dalam rumah. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka," kata Kakek Deri, Minggu (2/8/2020).
Menurut tetangganya, Mad (38), mengatakan bahwa pasutri lansia itu sudah lama tinggal di Kampung Rawah Waluh. Namun mereka tinggal berdua saja tanpa memiliki anak.
"Kakek Deri kerjanya serabutan sebagai kuli. Pokoknya dia mengerjakan apa saja kalau ada orang minta bantuan," ujar Mad. Dengan bekerja serabutan, dia pun mendapat upah seadanya untuk kebutuhan keseharian mereka.
TiMS

