15 Tahun Tak Pernah Dikeruk, Begini Penampakan Lumpur di Waduk Kronjo Tangerang
TANGERANG, INFOTERBIT - Sejak diresmikan tahun 2011, Tandon Air Sumur Karang atau yang biasa disebut Waduk Kronjo, tak pernah dinormalisasi. Endapan lumpur yang sangat tinggi membuat tandon cadangan air itu tak berfungsi normal untuk mengairi sawah, bahkan kini mengering.
Seperti diketahui, Waduk Kronjo yang pembangunannya menelan dana Rp11, 47 miliar diresmikan oleh Gubernur Banten yang saat itu dijabat oleh Ratu Atut Chosiyah pada tahun 2011.
Fungsinya yakni sebagai cadangan air bagi warga Kronjo Kabupaten Tangerang saat menghadapi musim kemarau. Tapi kini faktanya, saat kemarau datang, waduk Kronjo justru mengering.
Ketua KSM Kronjo Hijau, Ade Parhatun mengatakan, sejak dibangun hingga saat ini, sekitar 15 tahun, Waduk Kronjo tidak pernah dikeruk lumpurnya. Akibatnya terjadi pendangkalan yang membuat debit air pun berkurang.
"Sekarang tidak bisa berfungsi optimal, baim sebagai cadangan air baku maupun penunjang irigasi pertanian bagi warga dan petani di Kecamatan Kronjo," ujarnya, Kamis 15 Oktober 2026.
Meski ada penampungan air, namun petani setempat tetap kekurangan air untuk sawah mereka.
Saat ini, KSM Kronjo Hijau bersama UPTD Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian–Cisadane Dinas PUPR Provinsi Banten, berencana akan melaksanakan normalisasi waduk itu secara swadaya.
Kepala UPTD Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian–Cisadane, Didik Purwanto, juga telah meninjau langsung ke lokasi waduk Kronjo pada Selasa 13 Oktober 2026.
Rencananya, sebelum dilaksanakan normalisasi akan diawali penanaman seribu pohon penghijauan dan tanaman buah produktif di sekitar waduk dengan melibatkan Pramuka, aktifis lingkungan dan berbagai elemen masyarakat.
Ananta/TiMS

