Rapid Test Jadi Upaya Cegah Dini HIV Bagi Pekerja Migran/TKW, Pemerintah Diminta Hadir
TANGERANG, INFOTERBIT - Upaya pencegahan dini terhadap penyebaran HIV/AIDS di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali menjadi sorotan. Pegiat sosial Marnan Sarbini menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan melalui rapid test bagi PMI yang baru kembali ke tanah air sebagai langkah perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.
Sorotan ini menguat setelah adanya kasus yang menimpa seorang TKW berinisial SA, asal Desa Kedaung, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang. Setelah kembali ke Indonesia, SA diketahui positif HIV berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.
Menurut Marnan, PMI tidak hanya menghadapi risiko kekerasan dan eksploitasi di negara penempatan, khususnya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga rentan terhadap masalah kesehatan serius, termasuk HIV. Kondisi ini, kata dia, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Pencegahan dini sangat penting. Rapid test bagi PMI yang baru pulang harus menjadi bagian dari prosedur standar agar bisa mendeteksi lebih awal dan mencegah penularan di lingkungan keluarga,” ujar Marnan.
Ia juga menyoroti perlunya keterlibatan aktif berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi PMI, terutama setelah mereka kembali ke Indonesia.
Menurutnya, perlindungan terhadap PMI tidak boleh berhenti saat masa kontrak kerja berakhir. Pemerintah harus memastikan adanya akses layanan kesehatan, pendampingan, serta edukasi kepada PMI purna agar mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
“Negara harus hadir. PMI adalah pahlawan devisa, sudah seharusnya mereka mendapatkan jaminan kesehatan, termasuk pemeriksaan dan pengobatan jika diperlukan,” tegasnya.
Marnan juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita HIV. Dukungan sosial dinilai sangat berpengaruh dalam proses pengobatan dan pemulihan.
Dengan adanya langkah pencegahan dini melalui rapid test dan dukungan lintas sektor, diharapkan kasus HIV di kalangan PMI dapat ditekan, serta tercipta perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran dan keluarganya di Indonesia.
Ananta/TiMS
