PT Riyad Labour Suppler Diduga Abaikan Pengaduan PMI Sakit, Ketua FPMI DPW Banten Lapor ke KP2MI
TANGERANG, INFOTERBIT - Dugaan kelalaian dalam penanganan pengaduan Pekerja Migran Infonesia (PMI) kembali mencuat. Seorang PMI/TKW asal Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, bernama Erni Sari, dilaporkan dalam kondisi sakit dan tidak mampu melanjutkan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi.
Ketua Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPW Banten, Marnan Sarbini, mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan langsung dari pihak keluarga terkait kondisi Erni yang memprihatinkan. Erni diketahui bekerja melalui jalur penempatan yang difasilitasi oleh PT Riyad Labour Suppler.
“Korban sudah berulang kali mengadukan kondisi kesehatannya kepada pihak sponsor dan sarikah tamkin di Arab Saudi, namun tidak pernah mendapat tanggapan serius. Ini bentuk pengabaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Marnan Sarbini, Minggu 1 Mei 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran, Erni Sari diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PT Riyad Labour Suppler. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak perusahaan maupun sponsor terkait kondisi pekerja tersebut.
Marnan Sarbini menilai, kasus ini mengindikasikan adanya dugaan kuat penempatan PMI secara nonprosedural serta lemahnya pengawasan terhadap perlindungan pekerja migran di luar negeri.
“Kami akan segera melaporkan kasus ini ke KP2MI untuk ditindaklanjuti. Negara harus hadir dan tidak boleh kalah dengan praktik-praktik penempatan ilegal yang merugikan warga,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga mendesak pemerintah, khususnya instansi terkait, untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan keselamatan Erni Sari, termasuk langkah pemulangan jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja.
Kasus ini kembali menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar tidak mengabaikan hak dan keselamatan PMI, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan di negara penempatan.
Ananta/TiMS
