HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Wapres ke-13 KH Ma'ruf Amin dan Bupati Maesyal Hadiri Wisuda ke-2 Universitas Syekh Nawawi Banten


TANGERANG, INFOTERBIT - Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin bersama Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri prosesi Wisuda Program Sarjana ke-2 Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB) Tahun Akademik 2025-2026. Kegiatan ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (25/4/2026).


‎Bupati Maesyal mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Dia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada USNB yang telah berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas di wilayah Kabupaten Tangerang.


‎"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, keteguhan, serta doa yang tidak putus dari keluarga dan dosen pembimbing," ujar Bupati Maesyal.


‎Di hadapan Wakil Presiden ke-13 KH Ma'ruf Amin, Bupati Maesyal memaparkan bahwa tahun 2025, Pemkab Tangerang telah memberangkatkan 235 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk kuliah gratis hingga selesai.


‎"Sebanyak 20 orang dikirim ke Al-Azhar Kairo, 30 di Swiss German University, serta sisanya tersebar di PTN ternama seperti UI, ITB, dan Untirta," tambahnya.


‎Sedangkan di tahun 2026, kuota beasiswa tersebut meningkat drastis menjadi 540 mahasiswa. Tidak hanya itu, Pemkab Tangerang juga memberikan beasiswa pendidikan S1 bagi 430 guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi pengajaran di Kabupaten Tangerang.


‎Sebagai bentuk dukungan terhadap perguruan tinggi lokal, Bupati Maesyal berencana menjalin kerja sama strategis dengan USNB agar putra-putri daerah Kabupaten Tangerang dapat menempuh pendidikan di kampus tersebut melalui program beasiswa pemerintah daerah.


‎"Kami ingin memastikan tidak ada anak Tangerang yang putus sekolah karena biaya. Kami juga tengah menyiapkan program beasiswa untuk mencetak pilot dan dokter dari kalangan keluarga tidak mampu. SDM unggul inilah yang akan menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.


‎Hms/Ananta/TiMS

Posting Komentar