HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kepala Puskesmas Mekar Baru Pantau Khusus TKW SA yang Sedang Jalani Pengobatan ARV


TANGERANG, INFOTERBIT -  Kepala Puskesmas Mekar Baru Kabupaten Tangerang, dr. E. Riris Anita mengunjungi rumah TKW SA di Desa Kedaung dalam rangka evaluasi pengobatan HIV melalui terapi antiretroviral (ARV), Kamis 30 April 2026.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien serta memantau kepatuhan dalam mengonsumsi obat ARV secara rutin.


Dalam kegiatan ini, dr. Riris didampingi oleh tim medis Puskesmas Mekar Baru dan Pegiat Sosial Marnan Sarbini yang selama ini aktif memberikan pendampingan kepada pasien.


Menurut dr. Riris, kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap mantan pekerja migran Indonesia (PMI)/TKW yang membutuhkan layanan kesehatan setelah kembali ke tanah air. “Ini adalah bukti kepedulian kepada mantan PMI yang membutuhkan penanganan medis setelah kembali ke Indonesia. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan terapi ARV sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat. “Pengobatan ARV harus diminum secara teratur dan tidak boleh terputus agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan kualitas hidup meningkat,” jelasnya.


Selain pemeriksaan medis, tim juga memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga terkait pentingnya dukungan lingkungan. dr. Riris menekankan bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses pemulihan. “Dukungan keluarga sangat penting bagi kesehatan dan kesembuhan SA, baik secara fisik maupun mental,” tambahnya.


Sementara itu, Pegiat Sosial Marnan Sarbini menyampaikan apresiasi atas perhatian dan sinergi pemerintah daerah. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas Mekar Baru, Kecamatan Mekar Baru, serta Dinas Tenaga Kerja yang telah memberikan bantuan dan pendampingan medis kepada SA.


“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Pemkab Tangerang bersama seluruh instansi terkait dalam memberikan bantuan dan pendampingan medis bagi SA. Ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Marnan.


Dengan adanya kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, diharapkan SA dapat menjalani pengobatan secara optimal serta memperoleh dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas hidupnya.


Ananta/TiMS


Posting Komentar