HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Korban Percobaan Pemerkosaan di Desa Talok Alami Trauma, P2TP2A Kresek Turun Tangan

Kamsiah, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kecamata Kresek. (Foto ist)

TANGERANG, INFOTERBIT - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kecamatan Kresek melakukan pendampingan terhadap korban percobaan pemerkosaan di Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.


‎Tim yang dipimpin Koordinator P2TP2A Kresek, Kamsiah mengunjungi rumah korban pada Kamis 5 Maret 2026. "Korban mengalami trauma dan ada rasa ketakutan pasca terjadinya peristiwa itu. Kami akan terus melakukan pendampingan, dan bila perlu akan kita datangkan psikolog," ujar Kamsiah kepada Infoterbit.com.


‎Usai kunjungan ke rumah korban, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk menentukan langkah selanjutnumya terkait pendampingan yang dilakukan.


‎Sebelumnya, seorang keluarga korban, saat menghubungi Infoterbit.com juga memceritakan bahwa korban masih dalam kondisi ketakutan dan terus-menerus menangis ketika mengingat peristiwa buruk yang dialami.


‎"Saudara saya seperti orang ketakutan dan sering menangis," kata wanita yang enggan disebut namanya ini. Dia berharap, kondisi psikis saudaranya segera pulih pasca terjadinya peristiwa itu.


‎Diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang tinggal di Desa Talok, Kecamatan Kresek, nyaris menjadi korban pemerkosaan yang dilakukaan aeorang pria yang masih satu desa dengan korban.


‎Peristiwa itu terjadi di rumah pria berinisial S itu pada Senin (2/3/2026) sekitar pagi pukul 09.00 Wib.


‎Di rumahnya, S diduga memaksa korban dan hendak memerkosanya. Namun korban melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong hingga akhirnya berhasil keluar dari rumah pelaku. Korban langsung melapor ke Polsek Kresek dan kini pelaku sudah diamankan Polisi.


‎Kini, keluarga korban, termasuk suaminya berharap agar kasus ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Kami minta keadilan, minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Tak ada kata damai atas kasus ini," tegas saudara korban.


‎Ananta/TiMS

Posting Komentar