Usai Lolos Tes Wawancara, Puluhan Kandidat Program Magang Jepang Disnaker Kab. Tangerang Jalani MCU
TANGERANG, INFOTERBIT – Usai lolos tes wawancara, puluhan kandidat peserta program magang ke Jelang menjalani medical check up (MCU) di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Selasa 10 Februari 2026.
MCU yang digelar sejak pagi pukul 09.00 Wib berjalan dengan lancar. Para peserta tampak antusias mengikuti MCU atau pemeriksaan kesehatab, sebelum mereka menjalani program pendidikan dan latihan Bahasa Jepang di Depok.
Seperti diketahui, progam Magang Jepang ini dilaksanakan oleh Pemkab Tangerang melakui Disnaker bekerjasama dengan PT Dewa AsKara ( ISO Jepang) sebagai mitra resmi pelaksana Program Magang Jepang jalur pemerintah daerah.
Sehari sebelumnya, sebanyak 38 peserta dinyatakan lolos seleksi wawancara dan berhak mengikuti MCU.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana dalam pesannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta yang mengikuti seleksi mempersiapkan mental dan fisik dengan baik, sehingga mampu melalui setiap tahapan tes dan meraih hasil yang memuaskan.
Program Magang Jepang ini diharapkan mampu membuka peluang kerja internasional secara legal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tangerang.
Sebelumnya, Kepala Sekolah LPK ISO Jepang, Asep Hidayat mengatakan, LPK ISO Jepang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Disnaker Kabupaten Tangerang membuka program Magang Jepang.
Dalam program ini, biaya pelatihan bahasa Jepang bagi peserta dicover, sehingga pelatihan diberikan secara gratis.
“Program dana talang penempatan ini tidak mensyaratkan agunan atau jaminan dari peserta. Skema ini disiapkan untuk membantu peserta yang lolos seleksi agar tetap bisa mengikuti program penempatan Jepang melalui jalur resmi pemerintah daerah,” jelas Asep.
Ditegaskan, seluruh proses dilakukan secara resmi dan terarah. Pihaknya mendampingi peserta dari tahap pelatihan, persiapan dokumen, hingga proses rekrutmen perusahaan di Jepang, sehingga peserta mengikuti jalur yang aman dan terlindungi.
Peserta magang Jepang berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp15 juta per bulan, tergantung sektor dan perusahaan penerima. Program yang diperkenalkan meliputi skema magang dan Specified Skilled Worker (SSW) di bidang perawat (caregiver), manufaktur, perhotelan, serta pertanian.
“Peserta dibekali bahasa, budaya kerja Jepang, serta kedisiplinan dan etika kerja. Ini penting karena perusahaan Jepang sangat menilai sikap, tanggung jawab, dan ketepatan waktu,” jelasnya.
Marnan/Ananta/TiMS
