HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Polsek Kronjo Bersama Forkopimcam Fasilitasi Penyelesaian Keluhan Nelayan Soal Operasional Tongkang Batu Bara PLTU

Ceceran batubara yang menyangkut di jaring nelayan Kronjo beberapa waktu lalu. (Foto: tangkapan layar video Infoterbit.com)

TANGERANG, INFOTERBIT - Keluhan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indoensia (HNSI) Kabupaten Tangerang soal operasional kapal tongkang pengangkut batu bara PLTU Lontar mendapat perhatian khusus.


‎Setelah sebelumnya Gubernur Banten Andra Soni menyurati PLTU Lontar minta  agar keberadaan tongkang itu ditertibkan, kali ini giliran unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar rapat koordinasi (rakor) setelah sebelumnya Ketua HNSI Kabupaten Tangerang, H. Abudin menyampaikan keluhan ini kepada Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.


‎H. Abudin menyampaikan, selama ini kapal tongkang itu membuang jangkar/berlabuh di area tangkap ikan. Akibatnya, beberapa kali jaring nelayan rusak tertabrak kapal tongkang. Selain itu nelayan rawan mengalani kecelakaan menabrak tongkang, terutama saat melaut malam hari karena minimnya penerangan. 


‎"Beberapa kali nelayan HNSI saat menjaring ikan malah dapatnya butiran batu bara menyangkut di jaring akibat cecerannya dan hal itu juga berpotensi mengganggu biota laut dan hasil tangkapan," ujar H. Abudin kepada Infoterbit.com, Jumat 13 Februari 2026.


‎Kapolsek Kronjo Polresta Tangerang, IPTU Bayu Sujatmiko, S.H., M.H., mengatakan, rakor ini digelar untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut. Pihaknya memfasilitasi keluhan nelayan yang disampaikan kepada Kapolresta Tangerang beberapa waktu lalu.


‎"Kita sangat memperhatikan dan menindaklanjuti keluhan nelayan Kronjo. Karena jangan sampai akibat adanya gangguan melaut, mereka kehilangan mata pencaharian," kata IPTU Bayu.


‎Menurutnya, setelah rakor ini pihaknya akan terus melakukan monitoring, terutama masih ada atau tidaknya keluhan nelayan. "Sebab, harapan kita , setelah musyawarah ini, rekomendasi yang dihasilkan bisa dijalankan. Aktifitas nelayan mencari ikan tidak terganggu tongkang, sementara operasional PLTU Lontar juga tetap berjalan lancar," ujarnya.


‎Dia juga berpesan agar seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan.


‎Sementara, Kasat Polair Polresta Tangerang Kompol Sri Raharja, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan pengawasan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan. "Termasuk pengawasan parkir tongkang di tempat yang semestinya agar tidak menganggu aktifitas nelayan," ujar Kasat Polair.


‎Seperti diketahui, kapal tongkang itu mengangkut batubara untuk bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.


‎Nelayan Kronjo, Eris menceritakan pengalamannya saat mencari ikan di dekat kawasan PLTU Lontar. Begitu jaringnya diangkat, bukan ikan yang didapat, tapi butiran batubara.


‎"Saya pulang nggak dapat ikan, dapatnya malah butiran atau ceceran batubara. Perahu saya sampai penuh ceceran batubara itu, ada videonya!" keluh Eris yang tinggal di Desa Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo.


‎Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, Khaerus Gama, saat dialog dengan Gubernur Banten juga mengadukan persoalan ini.


‎"Aktifitas kapal tongkang bukan sekali ini saja dikeluhkan nelayan, tapi telah berulangkali. Belum lama ini kami juga menerima pengaduan nelayan yang jaringnya rusak ditabrak tongkang karena mereka masuk alur nelayan menangkap ikan," ungkapnya.


‎Ananta/TiMS



Posting Komentar