Keluhan Warga Sulit Pinjam Mobil Siaga Direspon Cepat Kades Bakung: Hanya Mis Komunikasi, Sudah Saling Memaafkan
TANGERANG, INFOTERBIT - Keluhan seorang warga yang mengaku sulit meminjam mobil siaga direspon cepat Kades Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Dwi Ari Setyantoro.
Menurut Ari Thole, sapaan akrabnya, dia sudah bersilaturahmi dengan keluarga pengunggah video itu dan menyampaikan permohonan maaf atas mis komunikasi yang terjadi.
"Atas nama pribadi dan jajaran Pemdes Bakung, saya sudah minta maaf kepada Bapak Salim, ayah dari pengunggah video itu. Ini semua terjadi karena mis komunikasi dan barangkali saya kurang peka dan kurang tanggap," tegas Kades Ari Thole, Selasa 2 Februari 2026.
Sementara, Salim dalam pertemuan itu juga minta maaf atas unggahan video anaknya itu hingga membuat publik heboh. Saat pertemuan itu, Salim juga didampingi kakak perempuannya Suryati, Kader Posyandu Desa Bakung yang juga turut minta maaf atas kejadian ini.
"Iya intinya, saya minta maaf dan Pak Salim juga minta maaf, kita sama-sama sudah saling memaafkan dan persoalan ini dianggap sudah selesai dan ke depan tidak akan terulang kembali," ujar Kades Ari Thole.
Soal mobil siaga yang diparkir di rumahnya, menurut Ari Thole, karena semata-mata demi faktor keamanan. "Kan tahu sendiri, di Kantor Desa itu lahan parkirnya kecil, tidak ada pagar dan dekat jalan raya. Kalau ada apa-apa, bagaimana? Karena itu diparkir di rumah saya," katanya.
Ari Thole kembali menengaskan, siapa pun, warga Desa Bakung punya hak untuk pinjam mobil siaga desa, karena fungsinya untuk pelayanan di bidang kesehatan dan sosial.
Mobil ini digunakan untuk mengantarkan warga yang membutuhkan pertolongan medis ke fasilitas kesehatan, membantu ibu hamil yang akan melahirkan, serta mengevakuasi korban bencana atau dalam situasi darurat.
"Mobil siaga siap dioperasikan untuk melayani kebutuhan warga dengan prioritas warga yang sakit atau yang akan melahirkan," kata Kades Ari Thole.
Sebelumnya, dalam unggahan Media sosial Akun TikTok @Al-Haq313 tergambar kekecewaan karena merasa keponakannya yang sedang sakit tidak bisa menggunakan mobil Desa Bakung. Padahal, ia melihat satu unit mobil siaga terparkir di rumah kepala desa.
Ananta/TiMS

