HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

‎Disnaker Kabupaten Tangerang Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Persiapan Pelatihan Bahasa Jepang


TANGERANG, INFOTERBIT - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang menggelar sosialisasi peluang kerja ke luar negeri sekaligus pemaparan program persiapan pelatihan bahasa Jepang bagi calon tenaga kerja, Selasa (3/2/2026).


‎Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh H. Gaos, Kasi Pengantar Kerja Muda Disnaker Kabupaten Tangerang, yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.


‎Dalam sambutannya, H. Gaos menekankan pentingnya kesiapan keterampilan dan kemampuan bahasa bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya ke Jepang.


‎Sosialisasi ini menjadi bagian dari kewajiban Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan informasi resmi serta perlindungan kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), agar tidak terjerumus pada praktik penempatan ilegal.


‎Hadir sebagai narasumber, Berliandy, SH, Pengantar Kerja Ahli Madya dari BP3MI Banten, yang memberikan materi terkait informasi peluang kerja, sistem penempatan resmi, serta aspek perlindungan PMI. Ia menekankan bahwa kompetensi menjadi modal penting bagi calon pekerja yang akan mengikuti program kerja ke Jepang.


Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan peserta agar jangan sampai menjadi korban TPPO (tindak pidana perdagangan orang) karena berangkat secara ilegal. “Jenis visa harus dipahami. Jangan sampai berangkat menggunakan visa wisata, harus menggunakan visa kerja sesuai peruntukannya," katanya.


‎Berliandy turut menyoroti maraknya korban WNI di luar negeri akibat tergiur bujuk rayu kerja ilegal. “Banyak korban di Kamboja dan Myanmar yang akhirnya terjebak kerja judi online dan scamming karena berangkat tidak prosedural, tanpa perusahaan penempatan resmi. Ini sangat berbahaya karena mereka kehilangan perlindungan hukum,” tegasnya.


‎Program penempatan melalui skema Government to Government (G to G) yang difasilitasi pemerintah dan BP3MI adalah jalur yang aman, terdata, dan memiliki perlindungan. "Masyarakat harus memanfaatkan program resmi ini," pesannya.


‎Turut hadir Asep Hidayat, Kepala Sekolah LPK ISO Jepang, yang memberikan edukasi terkait program peluang kerja ke Jepang secara resmi melalui jalur pelatihan. Ia menegaskan pentingnya mendapatkan informasi dari sumber yang jelas.


‎“Jangan hanya menerima informasi dari katanya atau dari media sosial yang tidak resmi. Program magang Jepang harus melalui lembaga pelatihan seperti LPK ISO Jepang agar prosesnya jelas dan terlindungi secara hukum,” ujar Asep.


‎Ia menjelaskan bahwa peserta magang Jepang berpeluang memperoleh penghasilan sekitar Rp15 juta per bulan, tergantung sektor dan perusahaan penerima. Program yang diperkenalkan meliputi skema magang dan Specified Skilled Worker (SSW) di bidang perawat (caregiver), manufaktur, perhotelan, serta pertanian.


‎“LPK ISO Jepang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Disnaker Kabupaten Tangerang. Dalam program ini, biaya pelatihan bahasa Jepang bagi peserta dicover, sehingga pelatihan diberikan secara gratis,” tambahnya.


‎Asep Hidayat menjelaskan bahwa program ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga pembentukan karakter kerja. “Peserta dibekali bahasa, budaya kerja Jepang, serta kedisiplinan dan etika kerja. Ini penting karena perusahaan Jepang sangat menilai sikap, tanggung jawab, dan ketepatan waktu,” jelasnya.


‎Ditegaskan, seluruh proses dilakukan secara resmi dan terarah. Pihaknya mendampingi peserta dari tahap pelatihan, persiapan dokumen, hingga proses rekrutmen perusahaan di Jepang, sehingga peserta mengikuti jalur yang aman dan terlindungi.


‎“Program dana talang penempatan ini tidak mensyaratkan agunan atau jaminan dari peserta. Skema ini disiapkan untuk membantu peserta yang lolos seleksi agar tetap bisa mengikuti program penempatan Jepang melalui jalur resmi pemerintah daerah,” jelas Asep.


‎Peserta yang ingin berangkat ke Jepang harus disiplin dalam belajar bahasa, menjaga sikap, serta mematuhi aturan pelatihan. "Jepang sangat menghargai etos kerja dan kedisiplinan, itu yang menentukan masa depan mereka di sana,” tambahnya.


‎Kegiatan ini dihadiri para pelajar SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Tangerang, serta masyarakat usia produktif yang berminat mengikuti program kerja ke luar negeri.


‎Marnan S/Ananta/TiMS

Posting Komentar