Respon Cepat, Petugas Puskesmas Tanara Periksa Kondisi Kesehatan Nenek Stroke yang Terjebak Banjir
SERANG, INFOTERBIT - Petugas medis Puskesmas Tanara Kabupaten Serang bersama kader kesehatan Desa Tanara memeriksa kondisi kesehatan Nenek Muayah, penderita stroke yang terjebak banjir di kampung Tanara RT 003 RW 01, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Tangerang.
Petugas datang menyambangi kediaman nenek Muayah Sabtu pagi 31 Januari 2026. Saat datang, kondisi kampung itu masih terendam banjir. Nenek berusia 60 tahun itu terlihat duduk di kursi roda didampingi keluarganya.
Ban kursi roda itu terendam air. Agar kaki nenek ini tidak terendam, bagian kaki kursi roda itu dilapisi papan agak tinggi sehingga kedua kaki nenek Muayah bisa menumpang di papan itu.
Kepala Puskesmas Tanara, dr. Kuriyah mengatakan, petugasnya melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama kondisi penyakit strokenya. "Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ibu Muayah baik dan stabil, kami akan terus memantau kesehatannya," kata dr. Kuriyah.
Puskesmas Tanara memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir tetap terpantau dan tertangani dengan baik. "Kami bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi banjir serta kondisi kesehatan warga di seluruh desa terdampak," ujarnya.
Nenek Kuriyah melalui keluarganya mengucapkan terima kasih atas respon cepat pihak Puskesmas Tanara yang dengan segera memperhatikan kondisi kesehatan warga yang kebanjiran.
"Kami berterima kasih kepada Puskesmss Tanara atas pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga kami," kata keluarganya.
Diberitakan sebelumnya, dibalik musibah banjir yang terjadi di RT 003 RW 01, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, ada terdapat seorang penderita stroke yang ikut menjadi korban banjir. Dia adalah Nenek Muayah, usia 60 tahun.
Saat tim Infoterbit.com memantau kondisi kampung ini, Jumat 30 Januari 2026, Muayah hanya bisa pasrah duduk di kursi rodanya. Yang membuat prihatin, roda kursinya itu pun ikut terendam air yang menggenangi rumahnya.
"Sudah beberapa waktu banjir merendam rumah saya, kasihan ibu saya yang kena stroke, dia kesulitan tempat untuk istirahat," ujar Ita, anak nenek Muayah.
Dalam kondisi banjir, Nenek Muayah hanya duduk di kursi roda sambil sesekali diangkat untuk duduk di bale-bale rumahnya.
"Kasihan ibu saya, hanya bisa duduk di kursi roda, dia tidak bisa tiduran di kasur lantai selama banjir ini," katanya.
Ananta/TiMS
