Pemdes Cirumpak Kronjo Terima Bantuan Tenda dan Logistik dari BPBD, PMI dan Satradar Mauk
TANGERANG, INFOTERBIT - Pemdes Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, menerima bantuan tenda dan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, PMI dan Satradar Mauk.
Bantuan itu diterima Kades Cirumpak H. Ridwan disaksikan Camat Kronjo M. Mumu Mukhlis, Minggu 25 Januari 2026.
Kades Cirumpak H. Ridwan mengucapkan terima kasih atas respon cepat Bupati Tangerang melalui BPBD yang telah mengirim bantuan tenda dan logistik untuk warga yang kebanjiran.
"Kami juga berterima kasih kepada PMI dan Satradar Mauk yang turun memberikan bantuan. Selain dua unit tenda ukuran besar untuk warga mengungsi, kami juga mendaoat bantuan satu kapal untuk membantu evakuasi warga," ujar Kades H. Ridwan.
Sementara, Camat Kronjo, M. Mumu Mukhlis juga menambahkan, Pemerintah Daerah saat ini sedang menangani banjir di sekitar 24 kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Sehingga, berbagai peralatan juga disebar ke wilayah-wilayah terdampak banjir.
"Jadi, bukan berarti Pemerintah tidak responsif, tapi karena memang sejumlah wilayah banjir dan butuh penanganan yang sama," ujar Camat Mumu.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bupati Tangerang melalui BPBD. Tidak lupa terima kasib juga disampaikan kepada PMI dan Satradar Mauk. "Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, terendam banjir. Sedikitnya 1.500 warga dari 3 kejaroan kebanjiran akibat meluapnya Sungai Cimanceuri dan Cipasilian.
Kades Cirumpak, H. Ridwan, menjelaskan, di wilayahnya ada 11 RT dari 3 kejaroan yang terdampak banjir. Ketinggian air antara 100-150 centimeter. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan beraktifitas, bahkan sebagian warga harus mengungsi.
"Warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan tenda pengungsian, selimut, tikar, pakaian layak pakai, makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan bayi dan lansia," ujar Kades Ridwan.
Ridwan berharap bantuan dari berbagai pihak karena keterbatasan perlengkapan membuat kondisi pengungsi semakin memprihatinkan.
Ananta/TiMS
