HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Warga Sindang Jaya Tangerang Geger, Temukan Tulang Manusia Berserakan dan Kain Kafan Kusam di Proyek Perumahan


TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Warga Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penemuan tulang manusia berserakandan kain kafan kusam di lokasi proyek perumahan.

‎

‎Penemuan tulang manusia dan kain kafan itu juga mengeggerkan dunia maya setelah seorang warga mengunggah videonya di media sosial. Polisi pun langsung turun ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.

‎

‎Dalam video itu, tampak potongan tulang manusia dan kain kafan yang telah kusam, berserakan di tanah. Pihak pelaksana proyek menemukannya setelah menggali tanah di proyek yang akan dijadikan lokasi perumahan.

‎

‎Kepada Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah yang mengecek lokasi, Kepala Desa Sindang Panon Didik Darmadi membenarkan bahwa lokasi itu sebelumnya adalah sebuah pemakaman.

‎

‎Namun, saat ini, lahan itu status kepemilikannya sudah menjadi milik pengembang.

‎

‎Sebelum lahan itu digarap pengembang untuk proyek perumahan, sudah ada pemindahan 25-30 makam.

‎

‎"Waktu itu pengembang juga tidak langsung menggarap proyek. Menunggu dulu beberapa waktu, setelah tidak ada yang menyatakan masih ada makam, barulah pekerjaan dimulai," kata Kades Didik.

‎

‎Dia juga menegaskan bahwa sudah sebulan lebih tidak ada pekerjaan di lokasi penemuan. Pada saat dilakukan pengerjaan pun, tidak ditemukan kain kafan ataupun tulang. Dia menduga, kain kafan dan tulang itu ditemukan karena tanah yang terkikis air.

‎

‎"Seingat saya mungkin sebulan lebih tidak ada aktivitas di lokasi itu. Makanya rumput mulai meninggi. Mungkin karena sering hujan dan ada genangan, tanahnya terkikis, akhirnya kelihatan (tulang dan kain kafan, red)," ujar dia.

‎

‎Keterangan juga disampaikan Sarifudin, Amil Desa Sindang Panon. Dia menyebut, saat beberapa tahun lalu dilakukan relokasi makam, dirinya lah yang mengurus.

‎

‎Kata dia, karena sudah tidak ada lagi makam yang nampak, ditambah tidak ada klaim dari warga, maka proses pemindahan makam dianggap selesai.

‎

‎"Waktu itu diumumkan, siapa tahu masih ada. Tapi setelah tidak ada yang mengaku, maka dianggap selesai," kata Sarifudin.

‎

‎Meski demikian, pemerintah desa setempat akan menyosialisasikan ke masyarakat guna memastikan tidak ada lagi makam di lokasi itu. Sementara temuan kain kafan dan tulang telau diurus dengan layak. Selanjutnya dibawa untuk kembali dimakamkan di pemakaman yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi penemuan.

‎

‎Ananta/TiMS


Posting Komentar