Rabat Beton Desa Sidoko Disoal dan akan Diadukan, Begini Jawaban Kadesnya
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Kegiatan pembangunan rabat beton di Kampung Paridan RT 015/05 Desa Sidoko, Kec. Gunung Kaler, Kab. Tangerang disoal. Sejumlah wartawan dan LSM saat berada di lokasi menilai, proyek itu tidak sesuai RAB (rencana anggaran biaya).
Salah satu temuan itu yakni kegiatan rabat beton dalam menggunakan hamparan batu split dinilai tidak merata dan tidak dipadatkan terlebih dahulu. Kemudian untuk pemasangan plastiknya tidak dipasang full hanya sisi sisi nya saja.
Dalam pantauan para wartawan dan LSM itu, di lokasi juga tidak terlihat papan proyek yang merupakan salah satu syarat yang wajib untuk diketahui publik.
Wakil Ketua DPD Banten Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Jamin menilai, rabat beton yang dibangun tidak sesuai spek. "Ada indikasi curi kubikasi," katanya.
Kata Jamin, dalam amanat UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap pembangunan yang dibiayai negara, harus menyertakan papan informasi proyek.
Kemudian, peraturan lainnya juga tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan proyek.
"Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta CV apa yang mengerjakan semuanya harus jelas," ungkap Jamin.
Dirinya selaku wakil Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) akan melayangkan surat kepada Inspektorat atau instansi terkait mengenai kegiatan rabat beton di Desa Sidoko tersebut.
Penjelasan Kades Sidoko
Sementara, terkait masalah ini, Kepala Desa Sidoko, H. Subarta memberikan penjelasan. Kepada InfoTerbit.com, Minggu (12/12/2021), Subarta membantah bahwa kegiatan yang telah menyalahi RAB.
"Kegiatan ini sudah sesuai RAB dan kami tidak pernah mengurangi volumenya. Bahkan, pengerjaannya pun dilakukan oleh warga sekitar dan seluruh staf desa dari RT hingga RW pun dilibatkan," ujar Subarta.
Di sisi lain, dirinya juga membuka diri terhadap berbagai elemen masyarakat. "Pintu rumah saya selalu terbuka untuk semua elemen, baik LSM atau wartawan. Silahkan kalau mau datang, monggo saya terima," ujarnya.
Rls/Damin/Santang/TiMS