HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Asper BKPH: Selamatkan Pesisir Pulau Cangkir, Perusak Mangrove akan Ditindak!

Foto: dokumentasi InfoTerbit.com

TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Pelestarian tanaman mangrove di kawasan Pulau Cangkir, Pesisir Utara Kabupaten Tangerang menjadi tanggung jawab bersama. Setiap warga harus punya kepedulian untuk menjaga, bukan malah merusaknya.


Hal tersebut ditegaskan oleh Kartawa, Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Serang, Rabu (24/11/2021) kepada InfoTerbit.com.


Dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga tanaman mangrove Pulau Cangkir. Sebab, tujuannya untuk mencegah abrasi pantai dan menyelamatkan lingkungan pesisir.


"Kita akan berikan teguran apabila ada kerusakan mangrove. Setiap perusak pohon mangrove akan ditindak," ujarnya.


Dalam pemantauan HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kabupaten Tangerang bersama aktifis lingkungan Info Mangrove Nusantara (IMANU), ditemukan sejumlah penebangan pohon mangrove di sepanjang jalan masuk menuju Pulau Cangkir.


Tim juga menemukan adanya puluhan pohon mangrove yang kondisinya mengering dengan batang menghitam seperti habis dibakar. 


IMANU bersama HNSI akan melayangkan surat kepada pihak-pihak terkait agar persoalan ini ditindaklanjuti.


Ketua HNSI Kabupaten Tangerang, H. Abudin menegaskan, aksi perusakan mangrove harus dihentikan. Sebab dampaknya selain pada lingkungan pesisir, juga menganggu habitat ikan. "Mangrove itu juga menjadi habitat berbagai jenis ikan, jika dirusak, habitat ikan akan berkurang dan mempengaruhi pendapatan nelayan," kata tokoh Kronjo ini.


Kepala Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Nurjaman mendukung langkah HNSI dan IMANU. Menurutnya, upaya penyelamatan lingkungan butuh kepedulian berbagai elemen masyarakat. "Kami juga sedang lakukan inventarisasi karena banyak bangunan di sepanjang pinggiran sungai kawasan wisata Pulau Cangkir," tegasnya.


ANANTA/TiMS


Posting Komentar