HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Marjuk ingin Anaknya yang Jadi Korban Kekerasan di Irak Bisa Dipulangkan ke Kronjo


TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Mendengar kabar anaknya jadi korban kekerasan di Irak, Marjuk, ayah dari pekerja migran/TKW Jubaedah sangat sedih.


Pria itu berharap, anaknya bisa segera dipulangkan ke kampung halaman di Kp. Saga, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.


"Hati saya benar-benar sedih mendengar kabar anak saya jadi korban kekerasan, bahkan sampai ditusuk garpu tangannya. Saya berharap, pemerintah bisa membantu kepulangan anak saya Jubaedah," kata Marjuk usai melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke Polda Banten belum lama ini.


Marjuk mengatakan, kepergian anaknya ke luar negeri sebagai TKW dilakukan secara diam-diam. Bahkan, dirinya sebagai ayah sama sekali tidak tahu prosesnya.


"Waktu hari pemberangkatan, saya cuma dipamiti mau berangkat kerja. Saya mengira kerja di Jakarta, nggak taunya ke luar negeri," ungkap pria ini. Ia selaku orang tuanya juga tidak pernah dimintai tanda tangan persetujuan anaknya menjadi TKW.


Seperti diberitakan sebelumnya, beredar video seorang pekerja migran Indonesia (PMI)/TKW asal Desa Blukbuk, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang bernama Jubaedah meminta tolong agar bisa dipulangkan. Wanita ini diduga telah menjadi korban kekerasan selama kerja di negara Irak.


Menurut Kepala Desa Blukbuk, Kec. Kronjo, H. Sanusi, pihaknya membenarkan bahwa Jubaedah adalah salah satu warganya. 


"Saya sendiri sebagai Kepala Desa merasa prihatin dengan kejadian yang dialami Jubaedah anak dari Bapak Marjuk, Kp Saga, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo," kata Kades kepada di ruang kerjanya, Rabu (06/10/2021).


H. Sanusi menuturkan, waktu pemberangkatan awal Jubaedah ini, pihaknya sama sekali tidak mengetahui. Sebab tidak ada surat-menyurat apapun yang disampaikan ke pihak desa.


Dalam video yang beredar, TKW Jubaedah. mengungkapkan keinginannya untuk pulang lantaran selama bekerja di Irak, sering kali mendapatkan kekerasan atau perlakuan kasar.


Ia mengaku dianiaya, dipukul, pernah ditusuk pakai garpu, dikurung dan mendapat jatah makan satu kali sehari. Bahkan, ia juga mengalami fitnah dan disuruh kerja 24 jam.


Atas adanya kejadian tersebut, sontak membuat Kepala Desa Blukbuk H. Sanusi merasa sangat prihatin dengan peristiwa yang dialami warganya.


"Setelah kejadian seperti ini saya baru tau, laporan dari pihak keluarga, melalui orang tua nya yang bernama Bapak Marjuk, yang menginginkan anaknya tersebut pulang," ujarnya.


Sementara, Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) Kabupaten Tangerang yang ditunjuk sebagai kuasa Marjuk dan Jubaedah mulai melakukan pendampingan terhadap pekerja migran/TKW Jubaedah asal Desa Blukbuk, Kec. Kronjo, Kab. Tangerang yang menjadi korban kekerasan di Irak.


Langkah yang dilakukan yakni melaporkan masalah ini ke Polda Banten. "Kita sudah laporkan masalah ini. Tanggal 13 Oktober kita dipanggil Polda Banten untuk mengklarifikasi kasus yang menimpa TKW Jubaedah," kata Ketua FPMI Kab. Tangerang, Marnan Sarbini, Rabu (6/10/2021).


Marnan mengatakan, TKW Jubaedah akan didampingi hingga tuntas persoalannya. Sebab, selain menjadi korban kekerasan, ia diduga juga menjadi korban perdagangan orang alias TPPO. 


"Karena itu, kami sudah menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke aparat Kepolisian untuk diusut tuntas. FPMI saat ini juga sudah koordinasi ke berbagai pihak membantu pemulangan Jubaedah," katanya.


ANANTA/TiMS


Posting Komentar