HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Ketum Asprindo H. Jose Rizal Lantik Pengurus DPW Asprindo Provinsi Banten


SERANG, INFOTERBIT.COM - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nasional Indonesia (Asprindo) H. Jose Rizal melantik Pengurus DPW Asprindo Provinsi Banten, Rabu (7/4/2021).

Pelantikannya dilaksanakan di Cafe Weltevreden Kota Serang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Adapun pengurus Asprindo Banten yang dilantik yakni Ketua H. Marjuki Syamsuri, Sekretaris Nasrin Nasution, S.Kom disertai sejumlah pengurus lainnya.


Dalam sambutannya usai dilantik, Ketua DPW Asprindo Banten terpilih, H. Marjuki Syamsuri mengatakan bahwa organisasi yang dipimpin akan mewadahi para pengusaha pribumi sehingga mampu berperan dan memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.


"Sesungguhnya seluruh elemen pelaku usaha anak bangsa, khususnya pengusaha
bumiputra nusantara Indonesia perlu dioptimalkan sebagai bagian integral ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peranan, dan potensi strategis untuk wujudkan perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.


Untuk itu, Asprindo ingin berperan aktif dalam memajukan perekonomian bangsa, memberikan darma baktinya dalam pembangunan negara menuju kepada terwujudnya kemakmuran yang adil dan merata.


Dalam aksinya, Asprindo akan melakukan tiga strategi pokok : Pertama, penguatan competitive advantage pengusaha pribumi supaya bisa bersaing, baik di dalam negeri maupun diluar negeri (ekspor). 


Kedua, menjalin kerjasama dengan pemerintah, agar dalam membuat kebijakan hingga pemberian fasilitas lebih berpihak
kepada pengusaha pribumi. 


"Ketiga, membangun sumber daya manusia agar pengusaha pribumi memiliki mindset entrepreneurship yang unggul," ujar pria yang akrab disapa H. TB Syam ini.


Dijelaskan, sebelum pelantikan, para pengurus telah melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya; kegiatan pembagian bansos kepada para pelaku UMKM yang terkena dampak covid-19, dan juga
masyarakat luas.


"Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPP Asprindo dan DPW Asprindo Banten sebagai pembantu penyelenggara kegiatan tersebut di Provinsi Banten. Kami membantu menyalurkan lebih kurang 7500 paket Bansos yang berlangsung mulai dari bulan April sampai juli 2021," katanya.


Selanjutnya, Asprindo Banten juga telah melaksanakan pembentukan DPC-DPC
Asprindo di seluruh provinsi Banten, yang dilakukan mulai bulan Agustus 2020 sampai
bulan Oktober 2020.


Sampai saat ini sudah terbentuk 5 DPC, kabupaten kota se-Banten. Yakni; Kota Tangerang Selatan Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak.


"Sehingga sampai saat ini tercatat lebih dari 500 para pelaku usaha baik dari usaha mikro, kecil, menengah dan besar telah tergabung menjadi bagian keluarga besar Asprindo Banten, baik sebagai anggota maupun simpatisan," ungkap H. Marjuki Syamsuri.


Sebagai bentuk sinergitas, DPW Asprindo Banten juga telah mengadakan pertemuan dengan Direksi Jamkrida Banten yang hasilnya Jamkrida Banten mengadakan inklusi keuangan yang bekerjasama dengan Asprindo Banten pada tanggal 17 Feb 2021.


Sementara, Ketua Umum Asprindo, H. Jose Rizal dalam sambutannya mengatakan bahwa pengurus DPW Asprindo Banten yang dilantik harus mampu bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program kerja.


Di sisi lain, pihaknya juga berpesan agar Asprindo dapat membina para pelaku UMKM yang ada di Provinsi Banten.


Jose Rizal mengatakan, saat ini Asprindo tengah menggagas Kampung Industri dengan tagline “one village, one product, dan one industry” sekaligus sebagai program utama Asprindo.


Jose berharap, program tersebut dapat memberikan solusi atas problematika yang dihadapi oleh pelaku UMKM saat ini.


“Kelemahan-kelemahan yang luput dari perhatian pemerintah, kita coba upayakan untuk ditambal. Asprindo akan mencoba mengambil peran strategis dengan mengintegrasikan berbagai program kementerian yang menjadikan desa dan UMKM sebagai subjek, baik Kementrian Pariwisata & UKM melalui Desa Wisata, Kementrian Koperasi & UKM, Kementrian Desa Tertinggal, maupun Kementrian lainnya,” jelasnya.


Karena itu, Jose juga berharap pemerintah serius mengucurkan sebagian dana-dana untuk UMKM, termasuk untuk program Kampung Industri Asprindo mengingat stakeholder Kampung Industri adalah UMKM di bawah binaan Asprindo.


“Saya bermimpi bahwa Asprindo bukan sekadar membantu pemerintah membuka lapangan kerja, menggiatkan ekonomi kreatif, tapi benar-benar menjadikan pengusaha UMKM mandiri. Termasuk membuat produk-produk UMKM bersaing di pasar global. Ini membutuhkan kesungguhan, kerjasama dan kolaborasi kita bersama,” pungkas Jose.


Ananta/TiMS






Posting Komentar