HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kisah Pilu Maemanah; Tak Kuat Disiksa TKW Asal Mekar Baru ini Kabur (Bagian-2)


TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Sejak menanyakan gaji itulah, Maemanah kembali mendapatkan siksaan dari sang majikannya di Riyadh Arab Saudi. Dia tidak hanya disekap lagi, tapi juga dipukuli dan tidak diberi makan-minum sampai berhari-hari.

"Lama-kelamaan, saya tidak kuat dengan perlakuan majikan saya," keluh wanita berusia 35 tahun ini.

Akhirnya, suatu hari ada peluang keluar.  Maemanah pun merencanakan kabur dari rumah majikan. Dia mencoba kabur lewat jendela dengan cara turun memakai tali.

Tapi malangnya, panjang tapi itu tidak sampai bawah. Sehingga Manah langsung melompat hingga dia mengalami cedera pada kedua kakinya. "Saya melompat dan kaki saya cedera tidak dapat berjalan," ungkapnya.

Untung saja, saat itu ada tetangga majikannya yang melihat dan langsung menolongnya. Dia pun memanggil aparat polisi.

Cedera pada kakinya membuat Manah langsung dilarikan ke rumah sakit. Sekitar dua bulan lamanya dia dirawat di rumah sakit tersebut.

"Setelah mulai sembuh, majikan saya datang menjemput. Katanya, saya akan dipulangkan ke Indonesia," kata Manah.

Dia pun sangat senang mendengarnya. Apalagi, sang majikan akan mengantarkan ke bandara dan membelikan tiket kepulangannya ke tanah kelahirannya. "Dia juga berjanji akan membayar gaji saya selama bekerja di rumah majikan saya itu," tambahnya.

Tapi apa yang terjadi kemudian?

Semuanya tidak terbukti. Maemanah memang diantar ke bandara. Tapi, sesampai di sana, dia ditinggalkan begitu saja oleh majikannya. Tanpa dibelikan tiket, juga tanpa diberikan gaji sesuai yang dijanjikan.

Maemanah pun terlantar.

Selama empat hari lamanya, dia terlunta-lunta di Bandara Riyadh tanpa memegang uang.

Untung saja, ada polisi bandara yang menemukan Manah dan menolongnya. Lantas, polisi itu membawanya ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) yang ada di Riyadh.

Untuk sementara, Maemanah ditampung di KBRI selama 8 bulan lamanya. Selama di sana, dia juga sambil memulihkan kakinya yang cedera.

"Alhamdulillah, seorang staf KBRI yakni Pak Gugun banyak membantu saya selama di KBRI," katanya.

Selama di KBRI pula, majikan Memanah tidak pernah datang untuk menengok. Perasaannya sangat sedih atas peristiwa demi peristiwa yang dialami.

"Suatu saat, saya ditanya oleh staf di KBRI, apakah atas perlakukan majikan, saya mau menuntut? Baik soal penyiksaan maupun gaji. Tapi saya menggeleng," kata Maemanah.

Yang diinginkannya saat itu adalah; secepatnya bisa pulang ke Indonesia, kembali ke tanah kelahirannya, RT 009/02 Desa/Kec. Mekar Baru Kab. Tangerang. Meski, dia harus pulang dengan tangan kosong karena tidak membawa gajinya selama bekerja sebagai TKW. (Bersambung)

Penulis: Jack/Tabrani
Editor: Ananta

Baca berita sebelumnya;
Kisah Pilu Maemanah; TKW Asal Mekar Baru yang Disekap, Dipukul, dan Gaji Tak Dibayar (Bagian-1) → https://www.infoterbit.com/2020/07/kisah-pilu-maemanah-tkw-asal-mekar-baru.html

Posting Komentar