HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jalani Masa Kecil Penuh Kepahitan, ini Pengakuan Mengejutkan Kornas TRC PPA Bunda Naumi

Foto : istimewa

JAKARTA, INFOTERBIT.COM - Nama Bunda Naumi sudah familiar di telinga publik. Kiprahnya sebagai aktivis nasional perempuan dan anak, membuat hari-harinya kerap tersita menyelesaikan persoalan-persoalan perempuan dan anak yang terjadi di Indonesia.

Tapi siapa sangka, Bunda Naumi yang kini juga menjabat sebagai Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) ini ternyata harus menjalani masa kecilnya dengan penuh kepahitan.

Dikutip dari kisah nyata Naumi kecil, saat usianya masih anak-anak, Naumi mengalami nasib tak seberuntung anak-anak di masanya.

"Saat kecil, saya sempat jadi pemulung. Bergelut dengan kaleng bekas (rongsokan, red) untuk mencukupi kebutuhan hidup. Masa kecil aku kerja keras sekali," ujarnya kepada Redaksi InfoTerbit.com.

Bahkan, pengakuan jujur diungkapkan. Wanita lulusan Akademi PR Minerva Surabaya ini, saat masih anak-anak pernah menjadi korban tindak kekerasan seksual di sebuah desa terpencil di Jawa Timur.

Ia pernah merasa, seolah dunia ini tidak adil. "Wajar saja jika kita kecewa dan hal yang manusiawi jika kita merasa diri tidak dihargai," sambungnya.

Tak berhenti sampai disitu. Ia pun rela berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti kiprah orang tuanya agar bisa tetap sekolah.

Namun, Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Perjuangan memang tidak pernah mengkhianati hasil.

Naumi yang sekarang bukanlah "Naumi Kaleng", seperti ia dulu biasa dipanggil oleh rekan sebayanya kala itu. Julukan itu dilekatkan karena pekerjaannya sebagai pencari rongsokan barang bekas.

Setelah dewasa, aktivis anti kekerasan ini mampu menjadikan dendam masa kecilnya sebagai sebuah prestasi.

"Meski sempat terjatuh dan mengalami kesalahan dalam perjalanan hidup dan kala itu sangat terpuruk, saya dapat melewati dan menerima konsekuensinya," ujarnya.

Salah satu perjuangannya yang tak bakal dilupakan publik yakni memprakarsai berdirinya Prasasti Angeline di Bali tahun 2015. Diketahui, Angeline adalah bocah perempuan yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan ibu tirinya.

Kini, dia memfokuskan kiprahnya sebagai aktivis untuk memperjuangkan perempuan dan anak dengan menjadi Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA).

Dengan niat dan semangat dilandasi jiwa yang kuat, Naumi mampu bangkit kembali seiring dengan bangkitnya TRC PPA yang kini berkembang hampir di seluruh Nusantara di bawah komando dirinya.

"Saya pesan kepada anak-anak di Indonesia untuk tetap semangat menjalani hidup, selalu bersyukur, taat kepada orang tua dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan," pesan Bunda Naumi.

Penulis: Ananta/Tim Media
Editor: Ananta
Posting Komentar