Tiap Hari Mandi Lumpur, Segini Penghasilan Akri, si Pencari Cacing Laut
Sabtu, Juni 27, 2020
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Hampir setiap hari, badan Jupri, pria asal Ketapang Mauk Kab. Tangerang selalu berbalut lumpur. Ini adalah resiko dari pekerjaannya aebagai pencari cacing laut.
Orang biasa menyebut cacing laut ini dengan nama lur, kilung atau pumpun. Habitatnya di lumpur pinggiran laut atau kanal sungai menuju laut. Agak sedikit berbeda dengan cacing tanah, cacing laut punya banyak kaki di badannya.
Untuk mendapatkannya, Jupri yang biasa dipanggil dengan sapaab Akri harus berendam dalam lumpur, mengaduk-aduknya untuk menemukan cacing laut itu.
"Saya sudah lama sekali menjalani pekerjaan ini. Cacing laut untuk memenuhi kebutuhan umpan para pemancing. Katanya, umpan ini lebih disukai pemancing laut karena baunya lebih amis dari jenis cacing manapun, sehingga lebih mudah mendapatkan ikan," ujar Akri saat ditemui di Pesisir Kronjo, Jumat (26/6/2020).
Setiap hari, Akri berangkat dari rumahnya pukul 07.00 Wib. Sesampai di lokasi pesisir laut, mulailah perburuan cacing itu.
Setelah terkumpul, tugas selanjutnya yakni memilah-milah. Setiap wadah mangkok diisi 6-8 cacing dan per tiga mangkok dijual Rp10 ribu kepada pemancing.
Dengan menjadi pencari cacing, penghasilannya per hari rata-rata Rp100 ribu. "Tapi kalau lagi sepi paling cuma Rp40-50 ribu. Ramainya orang beli sih tiap akhir pekan karena banyak yang mancing di laut," katanya. Dari hasil menjual cacing inilah, dia memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Penulis/Editor: Ananta
