HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kades Lontar Ikut Geram Atas Prilaku Oknum Dokter yang Beri Layanan Buruk


TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Kepala Desa (Kades) Lontar Kec. Kemiri Tangerang Dodi RS ikut geram dengan prilaku salah satu oknum dokter di Puskesmas Kemiri yang memberi layanan buruk kepada warganya.

Hal itu ditegaskan Dodi saat mendampingi warganya Sumiyati dan suaminya Supriyadi serta kakak Sumiyati yakni Lela alias Layla Chuby yang datang ke Puskesmas Kemiri untuk meminta klarifikasi.

Kades Dodi RS mengatakan, tenaga medis dalam bekerja terikat dengan sumpah jabatan. Sehingga wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Jalankan tugas tenaga medis sesuai sumpah jabatan, apalagi ini menyangkut nyawa. Berikan pelayanan terbaik, termasuk sikap ramah, senyum, jangan malah bersifat angkuh," tegas Dodi.

Dia meminta agar kasus oknum dokter berkata kasar sambil menggebrak meja dengan mimik muka yang judes tidak terulang kembali.

Diberitakan sebelumnya, dua kakak-beradik asal Kp. Selatip RT 13 RW 04 Desa Lontar Kec. Kemiri Kab. Tangerang yakni Lela dan Sumiyati bikin heboh jagad dunia maya. Ini terkait postingan mereka lewat medsos Facebook.

Dalam postingan Lela melalui akun miliknya Layla Chuby, dia seolah kesal dengan pelayanan petugas medis Puskesmas Kemiri.

"Dokternya judesnya minta ampun. Kami hanya menuruti prosedur dari RS Tobat Balaraja yang meminta kami untuk meminta surat rujuk yang baru karena anak kami sedang berobat jalan. Tapi apa yang kami dapat sesampainya di Puskesmas Kemiri pelayanan yang kurang bagus kami dapat. Dokter dengan suara nada tinggi menggebrak-gebrak meja," tulis akun Layla Chuby.

Sementara, adik Lela yakni Sumiyati dalam postingannya di akun Sumiyati Pitet juga menyatakan bahwa dirinya bersuara bukan karena ingin menjatuhkan pihak Puskesmas Kemiri tapi dia tidak ingin dipermalukan dengan ulah oknum dokter yang melayaninya.

Postingan sang kakak Lela dan adiknya Sumiyati kontan membuat gempar dunia maya.

Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Ditemui Rabu (17/6/2020), Sumiyati menjelaskan bahwa pada Selasa (16/6/2020), dia ditemani suaminya Supriyadi dan kakaknya Lela alias Layla Chuby datang ke Puskesmas Kemiri minta rujukan

Dua anaknya si kembar Sea dan Susi mengalami gangguan saraf pusat yang menyebabkan kejang terkadang hilang kesadaran. Untuk itu dia minta surat rujukan berobat jalan yang akan dibawa ke RS Tobat Balaraja.

Alih-alih mendapat surat rujukan, mereka malah dapat perlakuan kurang baik dari seorang oknum dokter. "Dia (oknum dokter) itu memperlakukan tidak sepantasnya, berkata kasar sambil menggebrak meja dengan mimik muka yang judes," kata Sumiyati.

Kondisi ini sangat disayangkan hingga akhirnya pada Rabu (17/6/2020), keluarga ini didampingi Kepala Desa Lontar dan elemen masyarakat setempat mendatangi Puskesmas Kemiri untuk melakukan klarifikasi.

Kepala Puskesmas dr. Yasir menyampaikan rasa terma kasih kepada warga dan para pihak yang hadir. Menurutnya, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi.

"Kami akan memberikan teguran kepada dokter atau bidan yang memberikan pelayanan kurang baik," ucap dr Yasir. Dia melanjutkan bahwa jika ada pasien dalam keadaan darurat silahkan langsung bawa ke RS, urusan persyaratan bisa menyusul.

Penulis: Hasan
Editor: Ananta
Posting Komentar