Para Jurnalis Tak Terima, Kades Kresek Diduga Usir dan Sebut Wartawan Minta-minta
Sabtu, Maret 07, 2020
TANGERANG, INFOTERBIT.COM - Kasus dugaan pengusiran wartawan kabarexpose.com ditambah ucapan Kades Kresek Tangerang M yang menyebut "wartawan minta-minta" membuat para jurnalis lain meradang. Mereka tidak terima atas ucapan yang dianggap telah melecehkan profesi wartawan.
Wartawan nawacitalib.com, Tubi mengaku ikut tersinggung dengan ucapan Kades Kresek, M. "Saya sebagai wartawan merasa tidak terima dengan perkataan Kades Kresek. Karena ini sama saja menyinggung profesi wartawan secara umum," ujar Tubi, Sabtu (7/3/2020).
Hal senada diungkapkan Toni Mere, Ketua Umum Forum Wartawan Tangbar (FWT). "Sangat disayangkan, pejabat mengeluarkan kalimat seperti itu. Terkesan sangat arogan," ujarnya.
Untuk itu, pada Senin (9/3/2020) mendatang, dia beserta sejumlah jurnalis anggotanya dari beberapa media akan mendatangi Kantor Desa Kresek. Tujuannya untuk mengklarifikasi ucapan Kades Kresek, M. "Kita akan pertanyakan, apa maksudnya Pak Kades bilang seperti itu," tegasnya.
Sebelumnya, Pendiri TiMS/InfoTerbit.com Ananta menilai, persoalan tersebut mengarah pada indikasi pelecehan profesi wartawan. Untuk itu harus ditindaklanjuti dan disikapi serius.
Diketahui, Dalam pemberitaan KabarExpose.com sebelumnya, oknum Kades Kresek diduga melakukan pengusiran terhadap wartawan yang akan meliput kegiatan pekerjaan pembangunan betonisasi di Kp. Kresek RT/RW 21/06 Desa Kresek.
“Jangan ganggu, saya lagi sibuk, banyak wartawan dateng minta minta, saya disini kerja, sana sana jangan ganggu," ucap sang Kades seperti yang dikutip dari KabarExpose.com, Jum’at (6/3/2020).
Menyikapi ini, Santi dari Lembaga KPK-N menilai apa yang disampaikan oknum Kades itu tidak etis dan bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan.
Atas ucapannya Kades Kresek itu, menurut Santi diduga telah melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Penulis/Editor: TiMS
