HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menkeu: Dana Desa Jangan untuk Beli Mobil dan Bangun Rumah Kades!

Menkeu Sri Mulyani bersama Kapolri Idham Azis dalam sebuah acara. (Foto Ist)

PALEMBANG, INFOTERBIT.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan agar kepada para Kepala Desa (Kades) agar tidak menyimpangkan dana desa (DD).

Hal ini disampaikan saat Rapat Kerja Percepatan Penyaluran DD di Palembang, Jumat (28/2/2020).

"Para Kepala Desa dan aparat desa jangan memakai dana desa untuk kepentingan pribadi. Gunakan dana desa sesuai peruntukan, bukan justru untuk memperkaya kepala desa dan aparat setempat," tegas Menkeu Sri Mulyani.

Dia juga berpesan agar Dana Desa tidak dibelanjakan untuk membeli mobil atau untuk membangun rumah kepala desa.

Sebab, dana desa adalah dana rakyat, bukan dana untuk kepala desa dan aparat desa. "Gunakan dana untuk menurunkan angka kemiskinan, infrastruktur, dan membantu ekonomi desa,” tambah Sri Mulyani.

Tahun 2020 ini, dana APBN yang dialokasikan untuk Dana Desa sebesar Rp72 triliun. Dari jumlah itu, untuk Provinsi Sumatera Selatan dialokasikan Rp27,6 triliun.

Penulis/Editor: TiMS
22 komentar
Batal
Comment Author Avatar
Selasa, Juli 14, 2020 5:16:00 AM
Percuma kalo cuma ngomong begitu doang mah,,, di sidak langsung dong,, diliat bukti kerja nyata kades itu apa? Dana desa lari kemana? Biar jelas... Desa nya ya bgitu2 aja dr tahun ke tahun,, dana desa turun juga warga nya kaga tau d pake buat apa... Yang terlihat nyata cuma kadesnya ganti2 istri sama ganti2 mobil...
Comment Author Avatar
Minggu, Juli 12, 2020 11:33:00 AM
Kalo bisa dana desa di bagikan langsung kemasyarakat jangan lewat aparat setempat
Comment Author Avatar
Selasa, Mei 12, 2020 7:36:00 AM
D desa golo lewe , manggarai barat bisa beli mobil 2 dan barang koleksi mahalan semua. Ini bikti lembaga kepolisian tipikor tdk bekerja, jadi percuma klo haya sekedar himbauan dll, jadi sebuah pernyataan butuh bikti.
Comment Author Avatar
Senin, Mei 11, 2020 1:15:00 PM
Gak ada efek ada dana desa juga, bikin kaya aparat
Comment Author Avatar
Minggu, Mei 10, 2020 8:11:00 PM
Hhaha sekarang kades beli mobil bgun rumah pekerjaan kades enak benar
Comment Author Avatar
Minggu, Mei 10, 2020 12:25:00 AM
sumsel kota pagaralam kecamatan dempo tengah kelurahan padang temu desa temu karya (DD) .??
Comment Author Avatar
Jumat, Mei 08, 2020 12:04:00 PM
Desa gajah sakti kec.bandar pulau kab.asahan sumatera utara...dlu kades nya gembel skrg dah bangun rumah punya mobil pokoknya dah mewah lah..tpi pembangunan desa blom ada yg berubah..hanya kadesnya yg berubah.. untuk menkeu benar2 harus mengawasin dana stiap desa..jgn cuman bacot aja
Comment Author Avatar
Kamis, Mei 07, 2020 8:29:00 AM
Setju bu Menteri dan Pak Kapolri, Kalau ada masyarakat yg melaporkan Tolong Ditindaklanjuti ,Dan lakukan dg Pembuktian terbalik
Comment Author Avatar
Minggu, Mei 03, 2020 12:34:00 PM
Mau info, di kampung halaman saya tepatnya di SUMATERA UTARA, Desa sipenggeng kec halongonan kab Paluta KEPALA DESA bangun rumah mewah dan jalan masih rusak hanya saja di bangun sedikit, tolong di pantau buk
Comment Author Avatar
Minggu, Mei 03, 2020 1:36:00 AM
Mau lapor dikampung halaman saya.daerah Sumatra Selatan lahat?nama kampung halaman Kikim selatan.desa pagardin .itu udah ada kepala desa yg bangun rumah sama beli mobil bapak ibu/terimah kasih sebelumnya tolong dipantau
Comment Author Avatar
Sabtu, Mei 02, 2020 9:25:00 PM
Tolong audit dana desa di daerah kami.
desa majau kecamatan saketi kabupaten pandeglang
Comment Author Avatar
Sabtu, Mei 02, 2020 5:00:00 AM
Dikapur9 dana desa hanya untuk kepentingan pribadi kebanyakkan paling hanya 30 untuk desa,perangkat desa yg terkait pasti hidup serba ada..rakyat kelaparan gak dipikirkan tolong diusut untuk KPK terima kasih
Comment Author Avatar
Kamis, April 30, 2020 1:34:00 PM
Wassalam bu....tau sendiri pilihan lurah gak cukup 700 jt
Comment Author Avatar
Kamis, April 30, 2020 1:37:00 AM
Minta tolong team audit datang ke setiap desa jadi ada kerjaan karenamasyarakat tidak tahu mau lapor kmana
Comment Author Avatar
Senin, Maret 09, 2020 4:49:00 AM
Buat apa dana desa,sedangkan rakyat samgat sulit,di sini ada temda di bilang uamg dana desa yg di belikan tenda,asi juga masyakat klw bapinjam harus babayar,kamu ini bakesanang dia peaparat kong disini rakyat yg menderita
Comment Author Avatar
Senin, Maret 09, 2020 1:44:00 AM
Sebaiknya jangan hanya berbentuk himbauan saja, tapi harus ada pengawasan langsung terkait DD. Itu pun pengawasnya jgn dari daerah, sbab rentan di suap, jd percuma menghimbau krn rencana ttp berjalan.
Comment Author Avatar
Sabtu, Maret 07, 2020 2:30:00 PM
Tolong madura usut benar kebanyakan kades rumah besar mobil pajero 2, saya pernah buat jalan sendiri bersama warga urunan kerja bakti, setelah ber bentuk jalan di ajukan, sama klebunnya/kades nya, madura Bangkalan kc klampis,
Comment Author Avatar
Sabtu, Maret 07, 2020 2:28:00 PM
Tolong madura usut benar kebanyakan kades rumah besar mobil pajero 2, saya pernah buat jalan sendiri bersama warga urunan kerja bakti, setelah ber bentuk jalan di ajukan, sama klebunnya/kades nya, madura Bangkalan kc klampis,
Comment Author Avatar
Jumat, Maret 06, 2020 10:50:00 PM
Seharusnya periksa secara berkali terkait dana desa yg penggunaan tdk sesuai posnya..terlebih di NTT
Comment Author Avatar
Jumat, Maret 06, 2020 9:10:00 AM
Di sini dana desa nggo ngenthu
Comment Author Avatar
Kamis, Maret 05, 2020 8:52:00 AM
80 persen dipakai gajian aparat
Comment Author Avatar
Rabu, Maret 04, 2020 1:34:00 PM
rata2 diselewengkan mobil kadesnya kinyis2