HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kisah Dibalik Pemakaman Bharaka M. Saeful Muhdori, Anggota Brimob yang Gugur Tertembak


Catatan Ananta
(Pemimpin Redaksi infoterbit.com)


Tangis Novi Septiyani pecah. Wanita muda ini tak kuasa menahan air mata saat jasad suaminya diturunkan ke liang lahat. Ia tampak begitu erat memeluk foto almarhum suaminya itu. Sementara, beberapa keluarga lain berusaha menenangkannya.

Wanita yang sedang dirundung kesedihan mendalam itu adalah istri dari Muhamad Saeful Muhdori. Anggota Brimobda Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia diduga ditembak oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) usai shalat Jum'at di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Mautong, Sulteng, Jum'at (13/12/2019) pukul 12.30 waktu setempat.

Dalam insiden itu, ada tiga orang yang terluka. Satu diantaranya Saeful yang meninggal dunia. Dia luka di di bagian perut dan pundak. Pria asal Pandeglang Banten ini gugur saat tugas mengemban amanah bangsa dalam Operasi Tinombala 2019.

Keluarganya di Pandeglang tak ada yang menyangka sama sekali Saeful pergi secepat itu. Begitu juga istrinya, Novi.

Sehari sebelum musibah itu, Saeful sempat kirim pesan WA ke istrinya, Kamis (12/12/2019). Dia mengatakan akan pulang secepatnya ke Pandeglang.

Ternyata ucapan Saeful benar. Dia pulang lebih cepat sebelum Operasi Tinombala berakhir. Pada Sabtu (14/12/2019) dia benar-benar sampai ke kampung halamannya Pandeglang. Namun dalam kondisi telah tiada.

Itulah yang membuat sang istri tak dapat menyembunyikan kesedihan. Apalagi, pernikahan mereka baru berumur empat bulan.

Muhamad Ro'uf, sepupu korban juga tak menyangka terjadinya musibah ini. Saeful dikenal sebagai sosok yang ramah dan salah satu putra terbaik desa ini. "Semoga almarhum diterima di sisi Allah sebagai Syuhada atau pejuang yang gugur sebagai pembela negara," harap Ro'uf.

Pada Sabtu (14/12/2019) pukul 14.25 Wib, jenazah M. Saeful Muhdori dikebumikan di TPU Puluku, Desa Banyumundu, Kaduhejo, Pandeglang. Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi yang memimpin upacara pemakaman almarhum.

Pemakamannya juga dihadiri Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto, Wadanmen Satbrimob Polda Banten AKBP Laoli, Pamen Polda Banten AKBP Iin Fauzi, dan Pejabat Utama Polres.

"Meski saya belum pernah bertemu dengan almarhum, tapi saya meyakini dia orang baik sehingga banyak yang sangat kehilangan atas kepergiannya," ujarnya.

Di rumah duka, berbagai karangan bunga terpasang. Diantaranya dari Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dan Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.

Atas jasanya, almarhum diberikan kenaikan pangkat yang awalnya Bharatu menjadi Bharaka dari Mabes Polri.

Selamat jalan Bharaka (Anumerta) M. Saeful Muhdori.

Ananta
(Catatan Senin 16 Desember 2019)


Posting Komentar