Ogah Ngutang ke "Bangke", Emak-Emak di Rancailat Tangerang Lebih Memilih Jadi Buruh Ampas Kopi
Kamis, November 21, 2019
TANGERANG, infoterbit.com -Aktivitas yang dilakukan emak-emak di RT 01/01 Kp. Cayur Tegal Desa Rancailat Kecamatan Kresek Tangerang patut diapresiasi. Demi menghindari hutang ke "bank keliling" alias "bangke", mereka rela jadi buruh ampas kopi.
Ny. Sunayah, 36 tahun, mengatakan, pekerjaan yang dilakukan yakni borongan mengarungi ampaa kopi buangan dari sebuah pabrik kopi di Tangerang. "Saya bersama ibu-ibu yang lain mengarungi ampas kopi dalam karung ukuran 50 kg," katanya.
Untuk satu karung, mereka mendapat upah Rp1.500. Dalam satu hari, mereka bisa menghasilkan 100 sampai 150 karung. "Kalau kerjanya sampai malam bisa dapat 150 karung," kata wanita ini.
Dengan cara itu, dia bersama puluhan ibu-ibu yang lain mendapatkan tambahan penghasilan. "Ya, lumayan dapat hasil tambahan jadi nggak ngutang ke "bank keliling"," katanya.
Emak-emak lainnya Ny. Rita juga mengatakan senada. Sejak bekerja borongan di sini, dia tidak lagi terjerat hutang "bangke".
"Dulu kita suka dikejar-kejar penagih hutang, sekarang sudah tidak. Sebab, kebutuhan tercukupi dari pekerjaan mengarungi ampas kopi," katanya.
Limbah ampas kopi yang sudah dikarungi itu, nantinya oleh pengepul dibawa ke Cirebon untuk bahan briket atau pupuk.
Kontributor: Iwan T
Editor: Ananta